Zakat Fitrah

1. Hukumnya
Zakat Fitrah adalah kewajiban atas setiap Muslim, berdasarkan ucapan Ibnu ‘Umar radhiyallaahu ‘anhumaa, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah di bulan Ramadhan sebesar satu sha’ (takaran sebanyak 4 mudd, dan satu mud adalah sepenuh dua telapak tangan yang disatukan. Atau setara dengan 3,1 liter. Lihat Fiqh Islam karya Sulaiman Rasyid) kurma atau gandum atas hamba sahaya dan orang merdeka, atas orang laki-laki dan perempuan, atas anak kecil dan orang dewasa dari kaum Muslimin. (Muttafaq ‘alaihi: al-Bukhari (no. 1503) dan Muslim (no. 984))

2. Hikmahnya
Diantara hikmah zakat fitrah adalah:
a. Menyucikan jiwa orang yang berpuasa dari noda-noda perbuatan sia-sia dan tidak berguna.
b. Agar orang-orang fakir dan orang-orang miskin tidak meminta-minta di hari Raya. Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhumaa berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk membersihkan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia dan perkataan kotor dan untuk memberi makan orang-orang miskin.” (Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah dan al-Hakim menshahihkannya)

3. Kadar Wajib Dan Jenis Makanan Yang Dibayarkan
Zakat fitrah adalah sebanyak satu sha’ (per orang), yakni empat mudd, berupa makanan pokok yang berlaku di negerinya, baik gandum, jewawut, beras, kismis atau susu kering. Hal ini berdasarkan ucapan Abu Sa’id radhiyallaahu ‘anhu, “Pada zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kami memberikan zakat fitrah untuk anak kecil dan orang dewasa, hamba sahaya dan orang merdeka, sebanyak satu sha’ makanan atau satu sha’ susu kering atau satu sha’ gandum atau satu sha’ kurma atau satu sha’ kismis.” (Muttafaq ‘alaihi: al-Bukhari (no. 1506) dan Muslim (no. 985))

4. Zakat Fitrah Hanya Berupa Makanan
Zakat Fitrah ditunaikan dengan makanan, tidak diganti dengan uang kecuali darurat, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menganjurkan uang untuk zakat fitrah dan tidak dinukil dari para Shahabat bahwa mereka membayar zakat fitrah dengan uang.

5. Waktu Wajib Dan Waktu Pembayaran
Zakat fitrah wajib dengan datangnya hari ‘Idul Fitri. (Maka barangsiapa yang meninggal sebelum ghuruub (tenggelam matahari) di akhir Ramadhan, ia tidak wajib dikeluarkan zakat fitrahnya. Demikian pula anak yang dilahirkan setelah ghuruub).
Waktu pembayarannya boleh satu atau dua hari sebelum ‘Idul Firi berdasarkan perbuatan Ibnu ‘Umar radhiyallaahu ‘anhumaa. Namun waktu yang utama adalah dari terbit fajar ‘Idul Fitri sampai sebelum shalat, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan orang-orang untuk mengeluarkannya sebelum shalat ‘Id. Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhumaa berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk membersihkan orang yang berpuasa dari perbuatan sia-sia atau perkataan kotor dan untuk memberi makan orang-orang miskin. Barangsiapa menunaikannya sebelum shalat ‘Id maka diterima sebagai zakat fitrah, dan barangsiapa membayarkannya setelah shalat ‘Id maka hal itu menjadi shadaqah biasa.”

6. Penerima Zakat Fitrah
Penerima zakat fitrah sama dengan zakat umum, hanya saja orang-orang fakir dan miskin lebih patut untuk diutamakan daripada golongan yang lain.
Beberapa masalah:
a. Wanita kaya boleh memberikan zakatnya kepada suaminya yang miskin. Adapun sebaliknya maka tidak boleh, karena nafkah isteri wajib atas suami sebaliknya nafkah suami bukan kewajiban isteri.
b. Zakat fitrah tidak wajib bagi seorang Muslim yang tidak mempunyai makanan pokok untuk hari itu (hari ‘Id), karena Allah tidak membebani seseorang kecuali sebatas kemampuannya.
c. Barangsiapa mempunyai makanan pokok yang melebihi kebutuhannya di hari itu, akan tetapi kelebihan itu kurang dari satu sha’, lalu dia membayarkannya sebagai zakat fitrah, maka hal itu sah berdasarkan firman Allah Ta’aala:
فَاتَّقُوا اللهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ … (16)
“Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu …”
(QS. At-Taghaabun: 16)
d. Zakat satu orang boleh dibagi-bagikan kepada beberapa orang. Sebaliknya juga boleh, yakni zakat beberapa orang diberikan kepada satu orang. Hal ini karena perintah pembagiannya berlaku dari peletak syari’at secara mutlak.
e. Zakat fitrah wajib atas seorang Muslim di daerah tempat ia mukim.
f. Tidak boleh memindahkan zakat fitrah dari satu daerah ke daerah lain kecuali dalam keadaan darurat, sama dengan zakat lainnya.

Beberapa Catatan: (Diringkas dari Shalaatul Mu’min Mafhuumun wa Fadhaa’ilu wa Aadaabun wa Anwaa’un wa Ahkaamun wa Kaifiyyatun, fii Dhau’il Kitaabi was Sunnah, karya DR. Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani).
a. Zakat fitrah tidak wajib, kecuali setelah ghuruub (tenggelam matahari) di akhir Ramadhan.
Barangsiapa masuk Islam setelah ghuruub, atau bayi yang lahir setelah ghuruub, atau seseorang meninggal sebelum ghuruub, maka semua itu tidak wajib dibayarkan zakat fitrahnya. (Al-Kaafii (I/170) karya Ibnu Qudamah)
b. Saya (al-Qahthani) mendengar guru kami Imam ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz rahimahullah berkata, “Mu’awiyyah berijtihad menyetarakan dua mudd gandum dengan satu sha’ makanan yang lainnya. Akan tetapi yang benar adalah gandum pun harus satu sha’, diambil dari nash (yang umum). Dan oleh karena itu pula Abu Sa’id (menyangkal pernyataan Mu’awiyah) dengan berkata, ‘Adapun aku, tetap akan mengeluarkannya satu sha’. “Inilah yang benar”. (Saya dengar ketika beliau membahas Shahiih al-Bukhari (no. 1507, 1508)
c. Al-‘Allamah Ibnu ‘Utsaimin rahimahullaah berkata, “Ada dua pendapat para ulama (mengenai orang-orang yang diberi zakat fitrah). Pertama berpendapat bahwa seperti zakat lainnya, sehingga diberikan juga kepada orang-orang yang dibujuk hatinya dan orang-orang yang berhutang … Kedua: Hanya diberikan kepada fakir miskin saja. Dan inilah yang benar.” (Syarhul Mumti’ (VI/137)

Sumber: Kompilasi 4 Ulama: Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazar’iri, Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman, Abu Malik Kamal bin as-Sayyid Salim, DR. Sa’id bin Ali bin Wahf Qahthani Dalam buku Panduan Praktis Puasa, Shalat Tarawih, Lailatul Qadar, I’tikaf, Zakat Fitrah, ‘Idul Fitri, ‘Idul Adh-ha & Kurban.
Penyusun, Ade ichwan Ali, Pustaka Ibnu Umar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *