Sutroh diantara Sunnah-sunnah Sholat yang terlupakan

Sutroh adalah sesuatu yang tegak dan berada dihadapan (dekat) orang yang sholat, agar orang-orang tau bahwa dia sedang sholat dan tidak lewat dihadapannya.

Sutroh ini berlaku untuk Imam dan Munfarid (Sholat sendiri) sebagaimana sabda Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam

لِيَسْتَتِرْ أَحَدكُم فِي الصّلاَةِ وَلَوْ بِسَهْمٍ

“jika salah seorang diantara kalian sholat Hendaknya menjadikan anak panah sebagai sutroh” (HR. Hakim)

adapun ukuran dekatnya seorang yang sholat dengan Sutroh adalah cukup untuk lewat domba, atau cukup untuk Sujud dan tidak lebih dari tiga hasta, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كان بين مُصلَّى رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ وبين الجدارِ ممرُّ الشاةِ

Biasanya antara tempat shalat Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dengan dinding ada jarak yang cukup untuk domba lewat” (HR. Al Bukhari )

Hendaknya orang yang Sholat mencegah orang yang hendak lewat dihadapnnya, sebagaimana Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

اذا صلَّى أحدُكم إلى شيءٍ يستُرُهُ من الناسِ،فأرادَ أحَدٌ أنْ يَجتازَ بين يديْهِ، فليدفَعْهُ، فإنْ أبى فَليُقاتِلهُ، فإنما هو شيطانٌ

Jika salah seorang dari kalian shalat menghadap sesuatu yang dia jadikan sutroh terhadap orang lain, kemudian ada seseorang yang mencoba lewat di antara dia dengan sutroh, maka cegahlah. jika dia enggan dicegah maka perangilah dia, karena sesungguhnya dia adalah setan” (HR. Al Bukhari(

Dan lewat dihadapan orang yang sholat adalah terlarang sebagaimana sabda Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam:

 

لًوْ يَعْلَمُ المَارُّ بَيْن يَدَي المُصلّي مَاذا عَليْه لَكانَ أنْ يَقِف أَرْبَعِيْن خَيْرًا لهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بيْن يَدَيه

Seandainya orang yang lewat didepan orang yang sedang Sholat mengetahui dosa yang akan dipikulnya, maka dia lebih baik berdiri empat puluh hari dari pada harus lewat didepannya” (Bukhori & Muslim)

 

Berkata Abu Nadhr Rahimahullah, salah satu Perowi: Aku tidak tau beliau berkata 40 hari, bulan atau tahun.

 

Adapun ma’mum maka sutrohnya adalah imam, sehingga boleh untuk lewat didepan ma’mum, sebagaimana dalam hadits Ibnu Abbas

قْبَلْتُ رَاكِبًا عَلَى حِمَارٍ أَتَانٍ وَأَنَا يَوْمَئِذٍ قَدْ نَاهَزْتُ الِاحْتِلَامَ ، وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي بِالنَّاسِ بِمِنًى إِلَى غَيْرِ جِدَارٍ ، فَمَرَرْتُ بَيْنَ يَدَيْ بَعْضِ الصَّفِّ ، فَنَزَلْتُ وَأَرْسَلْتُ الْأَتَانَ تَرْتَعُ ، وَدَخَلْتُ فِي الصَّفِّ فَلَمْ يُنْكِرْ ذَلِكَ عَلَيَّ أَحَدٌ

“Aku datang dengan menunggang keledai betina. Ketika itu aku hampir memasuki masa baligh. Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam sedang shalat di Mina dengan tidak menghadap ke dinding. Maka aku lewat di depan sebagian shaf. Kemudian aku melepas keledai betina itu supaya mencari makan sesukanya. Lalu aku masuk kembali di tengah shaf dan tidak ada seorang pun yang mengingkari perbuatanku itu” (HR. Al Bukhari & Muslim ).

Hukum Sutrah

Syekh Binbaz Rahimahullah berkata: Sutroh hukumnya Sunnah muakkadah, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إذا صلَّى أحدُكم فلْيُصلِّ إلى سُترةٍ ولْيدنُ منها

Jika seseorang mengerjakan shalat maka shalatlah dengan menghadap sutrah dan mendekatlah padanya” (HR. Abu Daud, dengan sanad yang Sohih) ( Majmu’ Fatawa wa Maqalat 11/96)

Akan bertambah khusyu’ Sholat seorang hamba bila dia menaruh Sutroh dihadapannya ketika Sholat.

Wallahu ‘alam

 

Semoga bermanfaat

dikutip dari Kitab Al-Khusyu’ fis Sholah dengan perubahan

Dr. Sa’id bin ‘Ali Al-Kohthoni

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *