Sunnah-Sunnah Puasa

Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah waba’du, berikut kami paparkan amalan-amalan Sunnah saat puasa:

  1. Menyegerakan berbuka begitu matahari terbenam

Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

لاَ يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوا الفِطْرَ

“Manusia senantiasa dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (Muttafaq ‘alaih: Bukhari 1957 dan Muslim 1098).

Dan berdasarkan ucapan Anas radhiyallahu ‘anhu, “Nabi shallallhu ‘alaihi wassalam tidak shalat maghrib sehingga beliau berbuka terlebih dahulu, sekalipun dengan seteguk air.” (Diriwayatkan oleh Abu Ya’la, al-Bazzar dan ath-Thabrani dalam al-Ausath sebagaimana dalam al-Majma’ (III/155). Al-Haitsami berkata, Rawi-rawi Abu Ya’la adalah rawi-rawi ash-Shahiih)

  1. Berbuka dengan Kurma yang matang di pohon atau kurma biasa atau air.

Yang terbaik dari ketiganya adalah yang pertama dan yang paling rendah adalah yang terakhir. Dianjurkan berbuka dalam jumlah ganjil, tiga atau lima atau tujuh berdasarkan ucapan Anas radhiyallahu ‘anhu, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berbuka dengan memakan beberapa biji kurma muda, jika tidak ada maka dengan beberapa butir kurma , jika tidak ada maka beberapa teguk air. (HR. Abu Dawud 2356 dan at-Tirmidzi 695 dihasankan syekh al-Albani dalam Irwaa-ul Ghalil 922).

  1. Berdo’a pada saat berbuka

Nabi shollallahu’alaihi wasallam mengucapkan:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

“Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan semoga tetap pahala puasa, insya Allah (jika Allah menghendaki). (HR. Abu Dawud 2357 dan dihasankan syekh Abdul Qadir al-Arna-uth).

  1. Sahur

Yakni makan dan minum di waktu sahur (di akhir malam) dengan niat hendak berpuasa, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

إِنَّ فَصْلَ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةَ السَّحُوْرِ

“Sesungguhnya perbedaan antara puasa kami dengan puasa ahli kitab adalah makan sahur. (HR. Muslim 1096)

Dan berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةً

“Makan sahurlah, karena sesungguhnya sahur itu mengandung berkah.” (Muttafaq ‘alaih: Bukhari 1923 dan Muslim 1095)

  1. Mengakhirkan sahur

Waktu sahur diawali dari setelah tengah malam dan selesai saat terbit fajar.

Berdasarkan ucapan Zaid bin Arqam, “Kami makan sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian beliau bangkit untuk shalat. “Zaid ditanya, “Berapa lama antara adzan dengan (beliau mulai) sahur?” Zaid menjawab: “ Kurang lebih lima puluh ayat.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari 575 dan Muslim 1097)

 

Catatan:

Barangsiapa ragu terhadap terbitnya fajar maka dia makan dan minum sehingga dia yakin terbitnya fajar lalu menahan diri. Berdasarkan firman Allah Ta’ala:

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

“…dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” (QS. Al-Baqarah: 187)

Seseorang berkata kepada Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, “Aku makan sahur, jika aku ragu maka aku berhenti.” Maka ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata kepadanya, “Makanlah selama kamu ragu sehingga kamu tidak ragu.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dan disebut oleh al-Hafizh dalam Fat-hul Baari).

Disalin dari buku “Panduan praktis puasa, shalat Tarawih, Lailatul Qadar, I’tikaf, Zakat Fitrah, ‘Idul Fitri, ‘Idul Adh-ha, & Kurban” Penyusun, Ade Ichwan Ali, Pustaka Ibnu Umar, Bogor.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *