Ketika terbongkar semua Rahasia

Tolak ukur dari diterimanya amal seorang hamba adalah apa yang terselip dihatinya, karena hatilah yang dilihat oleh Allah, dan dari hati terlihat tingkatan-tingkatan hamba dihadapan Allah.

Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَ أَمْوَالِكُمْ وَ لَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَ أَعْمَالِكُمْ
”Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada rupa kalian, juga tidak kepada harta kalian, akan tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian”. (HR. Muslim)

Oleh karenanya sangat penting bagi seseorang untuk memperhatikan amalan hati, tanpa melupakan amalan yang zhohir, kita dapati dari para generasi terdahulu dari as-Salaf assholih mereka sangat perhatian pada amalan hati. berbeda dengan zaman sekarang yang lebih mementingkan amalan zhohir, sehingga mereka melupakan amalan hati. padahal bila apa yang dihatinya terbongkar dan tercium maka dia tidak sanggup untuk hidup ditengah-tengah manusia.

tidakkah dia menyadari bahwa Allah maha mengetahui yang lahir maupun yang bathin, tidak ada yang bisa disembunyikan dihadapan Allah, semua akan terbongkar dan terlihatlah siapa yang Ikhlas, Jujur kepada Allah, dan siapa yang Riya’, Nifaq, dan dusta kepada Allah.

Allah berfirman:

يَوْمَ تُبْلَى السَّرَائِر

Pada hari dinampakkan segala rahasia (at-Thoriq: 9)

 

Semoga bermanfaat

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *