Dalam Keadaan Apa Kita Dibangkitkan???

Kita tentu tahu bahwa kematian selalu mengintai setiap jiwa, dan meyakini bahwa hari kebangkitan pasti akan datang, ini merupakan bagian dari iman yang tertancap di hati seorang mukmin, akan tetapi, pernahkah kita berpikir dalam keadaan apa kita nanti dibangkitkan ???

Mari sejenak membaca dan merenungi sebuah hadits Nabi Shollallahu ‘alahi wasallam:

عن جابر قال: سمعت النبي صلي الله عليه و سلم يقول: يبعث كل عبد علي ما مات عليه

“Dari Jabir Rodhiyallohu ‘anhu, beliau berkata: aku mendengar Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda: setiap hamba akan dibangkitkan di atas keadaan ketika ia meninggal” (diriwayatkan oleh Al-Imam Muslim dalam Shohihnya no. 2878).

Ibnu Jauzi Rohimahulloh berkata:

“Ketahuilah bahwasanya adakalanya seseorang berada di atas kekufuran beberapa waktu, kemudian ia berubah sehingga berada di atas keimanan, atau asalnya berada di atas kemaksiatan kemudian berubah sehingga berada di atas ketaatan, dan (sebaliknya) terkadang ia berada di atas keimanan dan ketaatan, kemudian berubah sehingga berada di atas kekufuran dan kemaksiatan, jadi keadaan (seseorang) itu berubah-berubah di dunia ini, dan (patokan) amalan (seseorang) berada di akhirnya, jika seseorang meninggal dalam suatu keadaan, maka dengan keadaan tersebutlah ia ditutup (hayatnya), kemudian dibangkitkan di atas keadaannya itu” (Kasyful-Musyklil Min Haditsish-Shohihain 3/112).

Ternyata banyak dari kita masih lalai dari apa yang disebutkan oleh Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wasallam di atas, tidak sekedar mengaku beriman kepada hari kebangkitan begitu saja, tapi seharusnya seorang mukmin juga menjaga keimanannya dan mempersiapkan dirinya untuk hari kebangkitan tersebut agar akhir hayatnya menjadi husnul khotimah, sehingga ketika dibangkitkan ia berada dalam keadaan yang baik, sedangkan seorang hamba tidak mengetahui kapan ajalnya datang. Salah satu contohnya adalah seorang sahabat yang meninggal karena jatuh dari untanya ketika wukuf di Arofah dalam keadaan ihrom (haji) bersama Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, Beliaupun bersabda:

…فإنه يبعث يوم القيامة ملبيا

“… sesungguhnya ia dibangkitkan dalam keadaan bertalbiyah pada hari kiamat” (diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Bukori dalam Shohihnya no. 1265, 1266, 1267, 1268, 1839, 1849, 1850, 1851, dan Al-Imam Muslim dalam Shohihnya no. 1206).

Mari kita bangun dari kelalaian kita, semangat menjaga iman kita, dan berusaha tetap istiqomah di jalan Alloh Ta’ala, semoga Alloh Ta’ala memberikan husnul khotimah kepada kita.

Abu Hafsh bin Isa

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *