Munajatku dimalam hari Perlahan pergi tak ingin kembali

Banyak sekali diantara kita kaum muslimin menyadari indahnya bermunajat dan beribadah kepada Allah di malam hari terutama pada sepertiga malam terakhir. Hati khusyuk dan lutut bersimpuh dalam sujud-sujud yang panjang, mengharap surgaNya, memohon ampunananNya, mengharap rahmat dan ridhoNya.

Namun malam-malam syahdu terus berlalu begitu saja tanpa satu rakaatpun witir didirikan. Kebanyakan diantara kita tidak sanggup mengerjakannya lantaran mata mengantuk, tubuh letih, dan bisikan syaithon serta rayuan hawa nafsu. Hamparan kasur yang empuk, selimut tebal, serta suasana hening pun semakin membuat kita terlena dalam mimpi indah dunia, melupakan kenikmatan abadi di jannahNya yang akan membawa kita pada keindahan nyata bukan sekedar mimpi belaka. Tak dapat kita pungkiri bahwa sholat malam sangatlah berat. Sebagian para salaf pun merasakannya. Namun seiring dengan perjuangan yang gigih dan pembiasaan diri secara konsisten amalan ini akan terasa ringan dan indah.

Demikian perkataan tabi’in, Tsabit bin Aslam Albunani Rahimahullah, dalam Kitab Syiar ‘Alam Annubala (5/220), “Dua puluh tahun lamanya saya sholat malam dengan rasa berat, lalu dua puluh tahun setelahnya baru saya merasakan kelezatannya.”

Sholat malam merupakan jihad tersembunyi, lebih dekat bagi pelakunya pada keikhlasan hati, karena amalan tersebut jauh dari pandangan manusia, dan baginya keutamaan yang sangat banyak, diantaranya:

  1. Termasuk sifat orang bertaqwa, Allah berfirman:

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ() آخِذِينَ مَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَٰلِكَ مُحْسِنِينَ() كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ() وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada di dalam taman-taman (surga) dan terdapat di dalamnya mata air-mata air, sambil mengambil apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat baik, mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).” (QS. Ad-Dzariyat: 15-18)

  1. Menjadi sebab dimasukkan ke dalam surga, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، أَفْشُوْا السَّلَامَ ، وَأَطْعِمُوْا الطَّعَامَ ، وَصِلُوْا الْأَرْحَامَ ، وَصَلُّوْا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ ، تَدْخُلُوْا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ “Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, bagikanlah makanan, sambunglah silaturrahim, shalatlah di waktu malam ketika orang-orang tertidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi)

  1. Merupakan sholat terbaik setelah sholat wajib, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ شَهْرِ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ

“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Allah Muharrom, sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim)

  1. Malam hari waktu terkabulnya do’a, Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ فِي اللَّيْلِ لَسَاعَةً لَا يُوَافِقُهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ، يَسْأَلُ اللهَ خَيْرًا مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَذَلِكَ كُلَّ لَيْلَةٍ

 

“Sesungguhnya di malam hari ada satu waktu yang jika seorang muslim bertepatan waktu itu dalam keadaan meminta kepada Allah kebaikan tentang perkara dunia maupun akhirat, Allah akan berikan kepadanya. Hal itu terjadi pada setiap malam.” (HR. Muslim)

  1. Dekat dengan Allah, RasulullahShollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الرَّبُّ مِنْ الْعَبْدِ فِي جَوْفِ اللَّيْلِ الْآخِرِ فَإِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَكُونَ مِمَّنْ يَذْكُرُ اللَّهَ فِي تِلْكَ السَّاعَةِ فَكُنْ

“Saat yang paling dekat antara Rabb dengan hamba-Nya ialah pada malam (bagian) terakhir. Maka apabila kamu mampu, hendaknya kamu menjadi orang yang menyebut Allah pada saat itu.” (HR. Tirmidzi)

 

Masih banyak lagi keutamaan lain dari qiyamul lail, mudah-mudahan yang sedikit ini mampu mendobrak kembali semangat juang kita melawan hawa nafsu untuk mendapatkan keutamaan dan manisnya munajat di malam hari. Sungguh sebenarnya kita sangat malu kepada Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam yang sudah mendapatkan jaminan surga akan tetapi beliau masih semangat untuk qiyamul lail bahkan sampai kaki beliau bengkak dan pecah-pecah. Sedangkan kita, belum mendapat jaminan apapun namun mengerjakan satu rokaat saja sering terlewat.

Apa gerangan yang membuat seseorang tak mampu sujud di malam hari?

Simak apa yang dikatakan oleh Ibrohim bin Adham Rahimahullah ketika ada seseorang yang mengadu kepadanya karena tidak bisa bangun malam untuk mendirikan sholat dan ia pun minta diberi tahu penawarnya. Ibrohim Rahimahullah menjawab, “jauhilah olehmu maksiat di siang hari, maka Allah akan membantumu munajat pada malam hari, Karena berdirinya seseorang pada malam hari merupakan kemuliaan yang paling agung, dan ahli maksiat tidak berhak mendapatkan kemuliaan tersebut.”

Begitu pula dengan berlebihan ketika makan akan membuat seseorang kesusahan untuk bangun malam.

Sufyan At-Tsauri Rahimahullah berkata: “Bila kalian sedikit makan, maka kalian mampu munajat di malam hari.”

 

Semoga bermanfaat

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *