Mengagungkan hak Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam

Sopan santun terhadap orang yang kita tuakan atau kita cintai merupakan hal yang terpuji, beradab yang baik merupakan tuntutan setiap muslim, terlebih adab dan sopan santun tersebut berkenaan dengan hak orang yang sepatutnya paling kita cintai dan hormati, yaitu Rosululloh Muhammad ‘alaihi sholatu wassalam, terkadang atau sering seorang muslim lalai akan hal ini, apakah ia tidak malu ketika perbuatan dan perkataannya tidak sesuai dengan ajaran dan petunjuk Beliau?, Alloh Ta’ala berfirman:

{يا أيها الذين آمنوا لاترفعوا أصواتكم فوق صوت النبي ولاتجهروا له بالقول كجهر بعضكم لبعض أن تحبط أعمالكم وأنتم لاتشعرون} (الحجرات: 2)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari.”

Ibnul Qoyyim Rohimulloh berkata ketika memberikan penjelasan tentang ayat ini:

فإذا كان رفع أصواتهم فوق صوته سببا لحبوط أعمالهم فكيف تقديم آرائهم وعقولهم وأذواقهم وسياساتهم ومعارفهم علي ماجاء به ورفعها عليه؟ أليس هذا أولى أن يكون محبطا لأعمالهم.

“jikalau mereka meninggikan suara melebihi suara Beliau merupakan sebab terhapusnya (pahala) amalan mereka, bagaimana dengan mendahulukan dan meninggikan pendapat, akal, perasaan, siasat (politik), dan pengetahuan mereka atas apa yang Beliau bawa (petunjuk Beliau)?, bukankah ini lebih bisa menjadi penghapus (pahala) amalan mereka?” (I’lamul muwaqqi’in 1/41).

Seorang muslim hendaknya segera sadar dan memperbaiki diri supaya ia benar-benar beradab yang baik terhadap Rosululloh Muhammad ‘alaihisholatu wassalam.

Abu Hafsh bin Isa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *