Ketika Fitnah Datang

Ketika fitnah merebak luas …

Menyendiri untuk menyelamatkan agamanya dari fitnah yang membahayakan adalah sesuatu yang sangat dicintai Alloh.
Terlebih ketika fitnah itu meluas dan membahayakan seperti di zaman kita.
Maka mengisolasi diri dari banyak hal adalah suatu jalan keselamatan.
Namun demikian diantara yang harus dipahami adalah, menyendiri dengan ilmu.
Jika menyendiri dengan kebodohan maka bahayanya lebih dahsyat lagi.

Hal ini sebagaimana yang disampaikan oleh Nabi صلي الله عليه وسلم tentang perumpamaan dua ekor domba yang lapar dengan seorang yang dengan kebodohannya berambisi terhadap dunia.

Dari Ka’ab bin Malik Al-Anshari Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَا ذِئْبَانِ جَائِعَانِ أُرْسِلاَ فِي غَنَمٍ بِأَفْسَدَ لَهَا مِنْ حِرْصِ الْمَرْءِ عَلَى الْمَالِ وَالشَّرَفِ لِدِينِهِ

“Dua ekor serigala yang lapar kemudian dilepas, menuju seekor kambing, (maka kerusakan yang terjadi pada kambing itu) tidak lebih besar dibandingkan dengan kerusakan pada agama seseorang yang ditimbulkan akibat ambisi terhadap harta dan kehormatan”.(HR. Ahmad, Nasa’, Tirmidzi disohihkan Al-Albany)

Adapun menyendiri yang selamat dengan membawa agama sebagaimana kisahnya Saad bin Abi Waqqash berikut ini.

كَانَ سَعْدُ بْنُ أَبِي وَقَّاصٍ فِي إِبِلِهِ فَجَاءَهُ ابْنُهُ عُمَرُ فَلَمَّا رَآهُ سَعْدٌ قَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شَرِّ هَذَا الرَّاكِبِ فَنَزَلَ فَقَالَ لَهُ أَنَزَلْتَ فِي إِبِلِكَ وَغَنَمِكَ وَتَرَكْتَ النَّاسَ يَتَنَازَعُونَ الْمُلْكَ بَيْنَهُمْ فَضَرَبَ سَعْدٌ فِي صَدْرِهِ فَقَالَ اسْكُتْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِيَّ الْغَنِيَّ الْخَفي

Amir bin Sa’ad berkata: Sa’ad bin Abi Waqqash tengah mengurus untanya lalu Ibnu Umar mendatanginya, saat Sa’ad melihatnya, Ibnu Umar berkata: Aku berlindung kepada Allah dari keburukan pengendara ini. Ia turun lalu berkata pada Sa’ad: Apa kau mengurus unta dan kambingmu sementara kau membiarkan orang-orang saling memperebuatkan kekuasaan diantara mereka? Sa’ad memukul dadanya lalu berkata: Diam, aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah menyukai hamba yang bertakwa, berkecukupan dan menyendiri.” (HR. Muslim: 5266)

Semoga bermanfaat

Abu Yusuf Masruhin Sahal, Lc

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *