Dia Juga Berhak

Seorang suami tentunya senang jika melihat istrinya mentaatinya (selama bukan maksiat), terlebih ketika ia melayaninya dan berdandan serta berhias buat dirinya dengan senang hati, tetapi dibalik itu semua pernahkah seorang suami berpikir apa yang sudah ia berikan buat istrinya?, mari kita renungi firman Alloh berikut:

….و لهن مثل الذين عليهن بالمعروف…

“… dan para wanita (isteri) mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf…” (QS. Al-Baqoroh: 228)

Ibnu ‘Abbas Rodhiyallohu ‘Anhu berkata: “sungguh aku suka berhias untuk istriku, sebagaimana aku juga suka istriku berhias untukku, karena Alloh berfirman: …” beliau menyebutkan ayat di atas (lihat: Mushonnaf Ibni Abi Syaibah 6/662-663 no. 19490, Tafsir Ibni Abi Hatim 2/417 no. 2196, dan Ash Shohih Al-Masbur minat Tafsir bil Ma’tsur 1/342).

Jika kita sebagai suami senang melihat istri kita menunaikan hak kita, tentunya kita harus sadar bahwa istri kita juga akan senang melihat kita menunaikan haknya, Rosululloh Shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah berpesan ketika Beliau berkhutbah pada haji wada’ :

… و لهن عليكم رزقهن و كسوتهن بالمعروف…

“… dan hak istri atas kalian ialah nafkah dan pakaian mereka dengan dara yang ma’ruf…” (diriwayatkan oleh Muslim dalam shohihnya 1/558 no. 1218).

Salah seorang sahabat yang bernama Mu’awiyah bin Haidah Rodhiyallahu ‘anhu pernah mendatangi Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wa Sallam:

قلت: يا رسول الله إما حق زوج أحدنا عليه ؟ قال:تظعمها إذا أكلت, و تكسوها إذا أكتسيت, و لا تضرب الوجه, ولا تهجر إلا في البيت

“aku (Mu’awiyah) bertanya: ‘wahai Rosululloh! Apa hak istri salah satu dari kita atasnya?’, Beliau menjawab: kamu beri ia makan ketika kamu makan, kamu beri ia pakaian ketika kamu berpakaian, jangan pukul wajahnya (ketika perlu memukul), jangan berkata dengan perkataan yang menyakitinya (seperti Alloh menjadikan kamu jelek), dan jangan tinggalkan (pisahkan/hajr ketika menghajr) ia kecuali di dalam rumah (tempat tidur)” (diriwayatkan oleh Ahmad no. 20011 dengan redaksi di atas, Abu Dawud no. 2142, 2143, 2144, An Nasai’ dalam As Sunan Al Kubro no. 9106, 9115, dan Ibnu Majah no. 1850, dengan sanad yang hasan).

Semoga kita termasuk orang yang berbuat baik terhadap pasangan kita dan menunaikan haknya dengan cara yang ma’ruf.

Abu Hafsh bin Isa.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *