Wasiat kebahagiaan Dunia dan Akhirat (Penjelasan Hadits Al Irbadh bin Sariyah Rodhiallahu ‘anhu Bag 1)

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

أوصيكم بتقوى الله، والسمع والطاعة

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk senantiasa bertakwa kepada Alloh dan mendengar nan taat (kepada pemimpin)”.

Ibnu Rojab menjelaskan bahwa dalam potongan hadits ini terkumpul dua hal yang berkaitan dengan kebahagiaan dunia dan akhirat:

  1. Takwa, ini merupakan jaminan kebahagiaan akhirat dan wasiat Alloh kepada orang-orang terdahulu dan belakangan.
  2. Mendengar dan mentaati pemimpin kaum muslimin, ini berkaitan erat dengan kebahagiaan dunia, urusan dan maslahat kehidupan rakyat tertata, dan kaum muslimin dapat menampakkan Agama mereka dan ketaatan kepada Robb mereka.

Ali Rodhiallohu ‘anhu berkata: “sesungguhnya (urusan) manusia tidak baik kecuali dengan adanya pemimpin, baik atau buruk, jika pemimpin buruk, seorang mukmin beribadah kepada Robbnya di (masa pemerintahan)nya dan ia (pemimpin buruk) akan sampai ke ajalnya”.

Al-Hasan berkata tentang para pemimpin: “mereka mengatur lima urusan kita: Jumat, Jamaah, Id, batas wilayah, dan (penegakkan) Hudud. Demi Alloh! Agama tidak lurus kecuali dengan mereka, walaupun mereka berbuat dholim, demi Alloh apa yang Alloh perbaiki dengan adanya mereka lebih banyak dari pada kerusakan yg mereka perbuat, walaupun -demi Alloh!- ketaatan kepada mereka diiringi rasa kesal, dan berpisah/keluar dari mereka merupakan sebuah kekufuran”.

Diambil dari: Jami’ Al-‘Ulum wal-Hikam (hal. 492).

Abu Hafs Ibnu Isa

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *