Menyingkap Tabir Najd dan Masyriq (Timur) dalam hadits fitnah

Syaikh ‘Abdul Muhsin bin Hamd Al-‘Abbad -semoga Alloh menjaga beliau- berkata: Dan termasuk hadits shohih yang berkaitan dengan keutamaan Syam ialah hadits Ibnu ‘Umar:

أن النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قال: «اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا، اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي يَمَنِنَا» قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَفِي نَجْدِنَا؟ قَالَ: «اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا، اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي يَمَنِنَا» قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَفِي نَجْدِنَا؟ فَأَظُنُّهُ قَالَ فِي الثَّالِثَةِ:هُنَاكَ الزَّلاَزِلُ وَالفِتَنُ، وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ

“bahwasanya Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “ya Alloh berkahilah Syam kami, ya Alloh berkahilah Yaman kami”, mereka berkata: “ya Rosululloh! Dan Najd kami?”, beliau bersabda: “ya Alloh berkahilah Syam kami, ya Alloh berkahilah Yaman kami”, mereka berkata: “ya Rosululloh! Dan Najd kami?”, aku (Ibnu ‘Umar) menyangka beliau berkata pada ketiga kalinya: “di sana (Najd) terjadi gempa (atau diartikan perang) dan fitnah, serta tanduk setan muncul di sana” (HR. Al-Bukhori no. 7094).

Hadits ini sangat jelas menunjukkan keutamaan Syam dan Yaman, sedangkan Najd yang dimaksudkan dalam hadits tersebut ialah Irak -sebagaimana dalam sebagian riwayat dan penjelasan Ahli Ilmu.

Syaikh Al-Albani -semoga Alloh merohmati beliau- berkata ketika memberi catatan pada hadits Ibnu ‘Umar dalam kitab beliau –Takhrij Ahadits Fadhoil Asy-Syam wa Dimasyq kepunyaan Ar-Roba’i- (hal: 9-10): “adapun hadits Ibnu ‘Umar telah dikeluarkan oleh Abu Nu’aim (6/133), dan Ibnu ‘Asakir sampai pada perkataan: “وفي العراق (dan –diberkahi- di Irak)”, dan ada tambahan: “maka Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam berpaling dan berkata: “disana (Irak) terjadi gempa (atau diartikan perang) dan fitnah, serta tanduk setan muncul di sana”, dan isnadnya shohih, diriwayatkan pula oleh Ath-Thobroni dalam (Al-Mu’jam) Al-Kabir dari jalur lain dari Ibnu ‘Umar, dan sanadnya juga shohih, dan (Al-Haitsami) mencamtumkannya di Majma’ Al-Zawaid (3/305) dan berkata: “Ath-Thobroni meriwayatkannya di (Al-Mu’jam) Al-Awsath dan para rowinya tsiqot (terpercaya)”, dan diriwayatkan oleh Ahmad (2/143) secara ringkas dengan lafadl:

قال: رأيت رَسُولَ اللَّهِ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وآله وسلم- يشير بيده يؤمّ العراق: «ها إن الفتنة ههنا -ثلاث مرات- من حيث يطلعُ قرن الشيطان

“(Ibnu ‘Umar) berkata: Aku melihat Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam mengisyaratkan tangaannya ke arah Irak sambil bersabda: “fitnah di situ (berkata demikian tiga kali) yang mana tanduk setan muncul di sana”.

Dan isnadnya shohih berdasarkan syarat Muslim, dan Muslim meriwayatkan dalam Shohihnya (8/181) hal yang senada, dan dalam salah satu riwayat Muslim dari jalur lain dari Salim bin ‘Abdillah berkata:

يا أهل العراق! ما أسألَكم عن الصغيرة وأركَبَكم للكبيرة؟! ” سمعت أبي عبد الله بن عمر يقول: … فذكره

“wahai penduduk Irak! Betapa sering kalian bertanya tentang dosa kecil dan betapa sering kalian melakukan dosa besar!? Aku mendengar ayahku ‘Abdulloh bin ‘Umar berkata: … kemudian menyebutkan hadits”.

Maka bisa diambil faidah/kesimpulan dari kumpulan jalur hadits ini bahwasanya Najd yang dimaksudkan dalam riwayat Al-Bukhori bukan daerah yang dikenal dengan nama Najd sekarang, tetapi yang dimaksudkan ialah Irak, dan dengan itulah Al-Khoththobi dan Ibnu Hajar menafsirkannya, kamu bisa dapati penjelasan mereka berdua dalam penjelasan kitab Al-Fitan dari Shohih Bukhori kepunyaan Ibnu Hajar, dan apa yang dikabarkan oleh Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam telah terjadi, karena sungguh banyak sumber munculnya fitnah besar dari Irak …” (sampai sini perkataan Al-Albani).

Ibnu Hajar berkata di dalam Fathul-Bari (13/47) setelah menukil perkataan Al-Khoththobi: “selain Al-Khoththobi berkata: pada waktu itu penduduk Masyriq merupakan orang-orang kafir, lalu Nabi shollallohu’alaihi wasallam memberi kabar bahwa fitnah muncul dari arah tersebut (Masyriq), kemudian terjadilah seperti apa yang beliau kabarkan, dan fitnah pertama kali muncul dari arah masyriq, yang menjadi sebab perpecahan kaum muslimin, hal itu termasuk sesuatu yang disukai dan disenangi oleh setan, begitu pula bid’ah-bid’ah bermunculan dari arah itu, Al-Khoththobi berkata: Najd dari arah Masyriq, dan Najd-nya penduduk Madinah ialah tanah Irak dan sekitarnya, itulah Masyriq-nya (arah timur) penduduk Madinah, dan asal kata Najd bermakna tanah dataran tinggi, lawan kata Al-Ghour (الغور), yaitu dataran rendah, seluruh Tihamah termasuk dari dataran rendah, dan Mekkah bagian dari Tihamah”.

Ibnu Hajar berkata juga sebelumnya di dalam Fathul-Bari (6/352) ketika menjelaskan hadits

“رأس الكفر نحو المشرق”

otak kekufuran dari arah timur.

“dalam hadits tersebut tersirat akan dahsyatnya kekufuran orang-orang Majusi, karena kerajaan Persia serta orang Arab yang mentaatinya mereka berada di arah timur Madinah, dan mereka sangat keras, sombong, dan angkuh, sampai-sampai Raja mereka menyobek surat Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam sebagaimana akan datang penjelasannya di tempatnya, dan fitnah terus menerus muncul dari arah timur sebagaimana akan datang penjelasannya secara gamblang di (kitab) Al-Fitan”.

An-Nawawi berkata dalam Syarh Shohih Muslim (2/34): “dan yang dimaksudkan ialah: Masyriq memiliki kekhususan berupa penguasaan setan dan kekufuran yang lebih, seperti dalam hadits lain:

“رأس الكفر نحو المشرق”

otak kekufuran dari arah timur-,

dan itu pada zaman Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam ketika beliau bersabda, dan pada saat Dajjal keluar dari Masyriq, serta pada rentan waktu di antara keduanya Masyriq merupakan tempat munculnya fitnah-fitnah besar dan keluarnya orang-orang kafir Tatar yang lalim, melampaui batas nan bengis”.

(Al-‘Abbad melanjutkan) Dan di perkataan Ibnu Hajar yang telah lalu disebutkan bahwa munculnya bid’ah-bid’ah dari arah Masyriq, diantara contohnya: khowarij, syiah, qodariyah, dan jahmiyah, keluarnya mereka dari arah tersebut, serta kedatangan Tatar menghancurkan khilafah ‘Abbasiyah dan runtuhnya Baghdad dari arah Masyriq, dan Dajjal keluar di akhir zaman dari arah tersebut, sebagaimana dalam Shohih Muslim (2137) Dajjal keluar dari jalan setapak di antara Syam dan Irak, dan dalam Shohih Muslim juga (2944):

يَتْبَعُ الدَّجَّالَ مِنْ يَهُودِ أَصْبَهَانَ سَبْعُونَ أَلْفًا عَلَيْهِمُ الطَّيَالِسَةُ

“Dajjal diikuti oleh tujuh puluh ribu Yahudi Ashbahan yang mengenakan (jenis pakaian) Thoyalisah”.

Sebagaimana arah tersebut merupakan tempat munculnya banyak bid’ah dan kejelekan, banyak juga ahli ilmu dari arah tersebut yang membantah Ahlul Bid’ah, di arah tersebut juga ada para muhaddits dan fuqoha besar, diantaranya: penulis enam kitab hadits: Muhammad bin Isma’il Al-Bukhori, Muslim bin Hajjaj An-Naisaburi, Abu Dawud As-Sijistani, Abu ‘Isa At-Tirmidzi, Abu ‘Abdir-Rohman An-Nasai, Dan Ibnu Majah Al-Qozwini.

Syaikh Muhammad Asyrof Sandahu (wafat tahun 1373 H) menulis sebuah risalah menjelaskan hal yang berkaitan dengan masalah ini, beliau beri judul:

أكمل البيان في شرح حديث نجد قرن الشيطان

Aku (Al-‘Abbad) menjelaskan maksud dari Najd di sini dan bahwa yang dimaksudkan ialah Irak dan daerah belakangnya, sebagaimana yang dijelaskan dalam sebagian riwayat hadits dan perkataan sebagian Ahli ilmu, dikarenakan sebagian orang yang dengki terhadap dakwah Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab -semoga Alloh merohmati beliau- menggambarkan secara dusta kepada orang lain bahwa Najd yang dimaksudkan (dalam hadits fitnah) ialah Najd Yamamah (Najd yang dikenal sekarang), padahal Yamamah tidak dikenal dengan nama Najd kecuali pada zaman belakangan ini, dan telah dimaklumi bahwa Najd secara bahasa berarti tanah dataran tinggi, lawan Al-Ghour dan Tihamah, dan maksud dari Najd yang Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam tentukan miqot penduduknya Qorn Al-Manazil ialah tempat tinggi yang penduduknya datang dari arah Thoif dan selainnya, dan Fairuz Abadi menyebutkan dalam Al-Qomus Al-Muhith beberapa/banyak Najd, dintaranya: Najd Al-Wudd di negeri Hudzail dan Najd Barq di Yamamah.

Diambil Dari Kitab:
الانتصار لأهل السنة والحديث في رد أباطيل حسن المالكي

للعلامة عبد المحسن بن حمد العباد البدر –حفظه الله- ص: 98-101

 

Abu Hafsh Ibn Isa

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *