Keutamaan pada Shaf Pertama dan Memilih Sebelah Kanan dalam Shalat Jamaah

Keutamaan pertama: Shaf pertama adalah barisan pilihan dan sama dengan barisan para malaikat. Ini berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَوْ يَعْلًمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّف الأَوَّل ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْه لاَ سْتَهَمُوا

“Jika manusia mengetahui pahala yang ada dalam panggilan adzan dan keutamaan shaf pertama, lalu mereka tidak mendapatkannya kecuali dengan cara mengundi, pastilah mereka akan mengundi. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Muslim, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Seandainya kalian mengetahui atau mereka mengetahui pahala yang terdapat dalam shaf pertama pastilah mereka akan mengadakan undian.”

Shaf pertama sama dengan barisan para malaikat. Hal ini berdasarkan hadits Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

وَإِنَّ الصَّفَّ الأَوَّل عَلَى مِثْلِ صَفِّ الْمَلَائِكَةِ, وَلَوْ عَلِمْتُمْ مَا فِيْهِ لاَبْتَدَرْتُمُوْهُ

“Dan sesungguhnya shaf pertama seprti shafnya para malaikat. Dan seandainya kalian mengetahui keutamaan yang ada didalamnya, pastilah kalian bergegas mendapatkannya.” (HR. Abu Dawud dan dihasankan oleh syaikh Albani dalam Sunan Abi Dawud).

Syaik Ahmad al-Banna menjelaskan, “seperti shafnya para malaikat,” maknanya sama dengan kedekatannya pada Allah dan dalam hal turunnya rahmat. Juga sama dalam hal kesempurnaan dan lurusnya shaf para malaikat. Hadits ini menjelaskan, para malaikat berbaris saat mereka beribadah kepada Allah. (Bulughul Amani min Asrari al-Fathir Rabbani 5/171)

Hal itu dijelaskan dijelaskan dalam hadits riwayat Jabir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah keluar bersama kami, lalu bersabda, “tidakkah kalian berbaris sebagaimana malaikat berbaris kepada Allah.” Lalu kami bertanya, “wahai Rasulullah, bagaimana malaikat berbaris kepada Allah subhanahu wata’ala?” Nabi menjawab, saling merapatkan dalam barisannya. (HR. Muslim)

Keutamaan kedua: shaf pertama adalah barisan terbaik. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

خَيْرُ الصُّفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوْفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا

“Sebaik-baik shaf bagi kaum lelaki adalah yang terdepan dan yang terburuk adalah yang paling belakang. Sebaik-baik shaf bagi kaum wanita adalah yang belakang dan yang terburuk adalah yang terdepan.” (HR. Muslim)

Imam an-Nawawi berkata, Shaf laki-laki berlaku secara umum. Maksudnya, shaf pertama adalah yang terbaik dan shaf terakhir adalah yang terburuk. Shaf perempuan yang dimaksud dalam hadits ini adalah perempuan yang shalat bersama laki-laki. Adapun jika mereka (perempuan) shalat tanpa bercampur dengan laki-laki, maka mereka sama dengan shafnya laki-laki, yakni, shaf terbaik adalah shaf pertama dan shaf terjelek bagi mereka adalah yang terakhir. Yang dimaksud dengan sejelek-jeleknya shaf bagi laki-laki dan perempuan adalah yang paling sedikit pahala dan keutamaannya, serta jauh dari tuntunan syariah. Sedang yang dimaksud dengan sebaik-baik shaf bagi laki-laki dan perempuan adalah yang paling banyak pahalanya dan keutamaannya serta lebih dekat pada tuntunan syariah. Sebab diutamakannya shaf terakhir bagi wanita karena mereka lebih jauh dari perbauran dengan kaum pria. Atau, lebih terhindar dari melihat mereka. Atau, agar tidak terganggu hati wanita-wanita itu ketika melihat gerakan-gerakan laki-laki, atau ketika mendengar perkataannya dan semisalnya. Penyebab dicelanya shaf pertama bagi wanita, adalah kebalikan dari yang telah disebutkan di atas. Wallahu ‘alam

Keutamaan Ketiga: Allah dan para malaikatNya senantiasa bershalawat kepada orang yang berada di shaf pertama. Shaf pertama lebih banyak mendapatkan shalawat, Abi Umamah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الصَّفِّ الأَوَّل قَالُوا: يَا رَسُوْلَ الله وَعَلَى الثَّانِي؟ قَالَ: إِنَّ الله وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الصَّفِّ الأَوَّل, قَالُوا: يَا رَسُوْلَ الله, وَعَلَى الثَّانِي؟ قَالَ: وَعَلَى الثَّانِي

Sesungguhnya Allah dan para malaikatNya senantiasa bershalawat kepada yang berdiri pada shaf pertama.” Mereka para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah shaf yang kedua juga?” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikatNya senantiasa bershalawat kepada yang berdiri pada shaf pertama” Para sahabat berkata lagi, “wahai Rasulullah, shaf kedua juga?” Lalu Nabi menjawab, “Shaf kedua juga.” (HR. Ahmad 5/262 dan dihasankan oleh syaikh al-Bani dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib 1/97)

Shalawat dari Allah adalah sanjunganNya pada mereka dihadapan para malaikat. Shalawat Nabi dan para malaikat beserta seluruh manusia adalah doa dan permohonan ampun.

An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhu mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah beserta seluruh malaikatNya bershalawat kepada yang berdiri di baris pertama atau shaf yang terletak di bagian pertama.” (HR. Ahmad 4/269 )

Al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat kepada shaf terdahulu.” (HR. an-Nasai 811, Ibnu Majah 997 dan dishahihkan oleh syaikh Albani dalam shahih an-Nasai 1/175)

Keutamaan Keempat: Nabi bershalawat pada shaf pertama sebanyak tiga kali dan kepada shaf yang kedua satu kali. Hal ini berdasarkan hadits Irbadh bin Sariyah radhiyallahu ‘anhu , Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bershalawat kepada yang berdiri pada shaf pertama tiga kali dan kepada shaf yang kedua satu kali.

Dalam lafazh Ibnu Majah, Nabi memohon ampunan kepada mereka yang berdiri pada shaf pertama sebanyak tiga kali dan untuk yang berdiri pada shaf kedua satu kali. (HR. an-Nasai 817, Ibnu Majah 996 dan dishahihkan oleh syaikh Albani dalam shahih an-Nasai 1/177).

Keutamaan Kelima: Allah dan para malaikatnya bershalawat pada orang yang berada di sebelah kanan. Aisyah radhiyallahu ‘anha meriwayatkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

إِنَّ الله وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى مَيَامِنِ الصُّفُوْفِ

“Sesungguhnya Allah dan para malaikatNya bershalawat kepada yang berdiri di shaf sebelah kanan.” (HR. Abu Dawud 676 dan Ibnu Majah 1/388 )

Al-Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu menceritakan, “Dulu kami ketika shalat dibelakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, kami menyukai berada di sebelah kanan beliau, karena beliau menghadapkan wajahnya kepada kami.”

Al-Barra’ bin Azib mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

رَبِّ قِنِيْ عَذَابِكَ يَوْمَ تَبْعَثُ أَوْ تَجْمًعُ عِبَادَك

“Ya Allah, jagalah aku dari adzabMu pada hari Engkau bangkitkan hamba-hambaMu atau ketika Engkau mengumpulkan hamba-hambaMu. (HR. Muslim 719)

Keutamaan Keenam: Barangsiapa menyambung shafnya dengan shaf lain, Allah akan memperbaiki hubungannya. Untuknya shalawat dari Allah dan para malaikatNya. Aisyah berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الله وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى الَّذِيْنَ يَصِلُوْنَ الصُّفُوْفِ وَمَنْ سَدَّ فُرْجَةً رَفَعَهَا الله بِهَا دَرَجَة

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat kepada orang-orang yang menyambung atau merapatkan shaf. Dan barangsiapa yang menutup suatu lubang/kelonggaran dalam shaf maka Allah akan mengangkatnya satu derajat. (HR.Ibnu Majah 995 dan dishahihkan oleh syaikh Albani dalam at-Targhib wa at-Tarhib 1/200).

Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ وَصَلَ صَفًّا وَصَلَهُ الله وَمَنْ قَطَعَ صَفًّا قَطَعَهُ الله

“Barangsiapa menyambung atau merapatkan shaf maka Allah akan memelihara hubunganNya dengannya. Dan barangsiapa yang memutuskan atau tidak menyempurnakan shaf, maka Allah ‘Azza wa jalla akan memutuskan hubunganNya padanya. (HR. An-Nasai 719)

 

Disalin dari buku “Meraih Berkah dengan Shalat Berjamaah” Penulis, Syekh Sa’id bin Ali bin Wahf al-Qahthani, Penerjemah, Amiruddin Djalil, Pustaka At-Tazkia Jakarta.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *