Amalan-amalan Sunnah di Bulan Sya’ban

Ada beberapa amalan yang dikerjakan oleh Rosululloh صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ khusus pada bulan Sya’ban.

  1. Memperbanyak Puasa Sunnah

‘Aisyah رَضِيَ اللهُ عَنْهَا berkata, “Bulan yang paling dicintai Rosululloh untuk berpuasa padanya adalah (bulan) Sya’ban kemudian beliau menyambungkan dengan Romadhon.” (Shahih: HR. Abu Dawud (no. 2431), dan lainnya. Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud (VII/201).

 

  1. Memperbanyak Amal Ketaatan pada Waktu-Waktu Yang Banyak Manusia Lalai Darinya

Rosululloh صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ bersabda,

ذَالِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَ رَمَضَانَ

“Bulan itu, banyak manusia yang lalai, yaitu (bulan) antara Rajab dan Ramadhan…” (Hasan: HR. An-Nasai’ (IV/201), Ahmad (V/201), dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah (no. 1898).

Dalam hadits ini terdapat dalil disunnahkannya untuk menghidupkan waktu-waktu yang banyak manusia lalai darinya dengan amal-amal sholih dan ketaatan.

 

  1. Memperbanyak Amalan Sholih

Sebab pada bulan Sya’ban amal-amal seluruh manusia akan diangkat kepada Allah عَزَّوَجَلَّ. Hal ini berdasarkan sabda Rosululloh صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ,

… وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيْهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِيْ وَ أَنَا صَائِمٌ

“… Di bukan itu diangkat amal-amal (manusia) kepada Allah Robb semesta alam, maka aku senang apabila saat amalku diangkat aku sedang berpuasa.” (Hasan: HR. An-Nasa’i (IV/201). Dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahiih at-Targhiib wat Tarhiib (I/595, no. 1022).

 

  1. Kesempatan Untuk Mengqodho’ Puasa Romadhon

Wajib untuk diperhatikan dan menjadi peringatan bagi orang yang masih mempunyai utang puasa Romadhon sebelumnya untuk membayarnya sebelum masuk bulan Romadhon berikutnya. Dan tidak boleh mengakhirkannya hingga Romadhon berikutnya, kecuali darurat. Misalnya, udzur yang terus berlanjut sampai Romadhon.

Dari ‘Aisyah رَضِيَ اللهُ عَنْهَا, ia berkata,

كَانَ يَكُوْنُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ، فَمَا أَسْتَطِيْعُ أَنْ أقْضِيَهُ إِلَّا فِيْ شَعْبَانَ

“Suatu ketika aku memiliki hutang puasa Romadhon dan aku tidak bisa mengqodho’nya selain pada bulan Sya’ban.” (Shahih: HR. Al-Bukhari (no.1950) dan Muslim (no. 1146).

 

  1. Melatih Diri Untuk Menyongsong Bulan Romadhon

Telah disebutkan sebelumnya bahwa puasa di bulan Sya’ban adalah sebagai latihan untuk menghadapi puasa di bulan Romadhon, sehingga seorang hamba tidak merasa terlalu berat dan sulit dalam berpuasa sebulan penuh padanya karena sebelumnya telah terlatih berpuasa. Seseorang yang berpuasa pada bulan Sya’ban sebelum Romadhon akan mendapatkan kelezatan berpuasa sehingga ia menghadapi puasa Romadhon dengan penuh semangat dan kekuatan.

Karena bulan Sya’ban merupakan langkah awal dalam menyongsong bulan Romadhon, maka hendaklah kaum Muslimin mengisi bulan ini dengan melatih diri beramal ketaatan kepada Allah, mulai dari berpuasa, bersedekah dan membaca Al-Qur’an supaya jiwa benar-benar siap dalam menyambut Romadhon.

Salamah bin Kuhail رَحِمَهُ اللهُ berkata, “Dahulu dikatakan bahwa Sya’ban adalah bulannya para quraa’ (pembaca Al-Qur’an).” Juga diriwayatkan dari ‘Amr bin Qais al-Mula’i رَحِمَهُ اللهُ apabila bulan Sya’ban telah masuk, maka ia menutup tokonya dan meluangkan waktu (khusus) untuk membaca Al-Qur’an. (Lathaa-iful Ma’aarif fiimaa Limawaasimilm ‘Aam minal Wazhaa-if (hlm. 258-259) karya al-Hafizh Ibnu Rajab رَحِمَهُ اللهُ, tahqiq: Yasin Muhammad as-Sawaas, cet. V, th. 1420 H, Daar Ibnu Katsir-Beirut.

 

Washollallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala ‘aalihi washohbihi wasallam

Dikutip dari buku Ritual Sunnah setahun karya Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *