Do’a-Do’a Berlindung dari Kefakiran

اللّهُمَّ إِنَّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ، وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ، وَالبُخْلِ، وَالْهَرَمِ، وَالْقَسْوَةِ، وَالْغَفْلَةِ، وَالْعَيْلَةِ، وَالذِّلَّةِ، وَالْمَسْكَنَةِ، وَأَعُوذُبِكَ مِنَ الْفَقْرِ, وَالْكُفْرِ، وَالْفُسُوْقِ، وَالْشِّقَاقِ، وَالنِّفَاقِ، وَالسُّمْعَةِ، وَالرِّيَاءِ، وَأَعُوْذُبِكَ مِنَ الصَّمَمِ، وَالْبَكَمِ، وَالْجُنُوْنِ، وَالجُذَامِ، وَالْبَرَصِ، وَسَيِّئِ الْأَسْقَامِ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, kekikiran, pikun kekerasan hati, lalai, berat tanggungan, kehinaan, dan kerendahan. Dan aku berlindung kepadamu dari kefakiran (kemiskinan), kekufuran, kefasikan, perpecahan, kemunafikan, sum’ah (memperdengarkan amalan kepada orang lain), riya’ (memperlihatkan amalan kepada orang lain), dan aku berlindung kepada-Mu dari tuli, bisu, gila, penyakit lepra, belang, dan keburukan berbagai macam penyakit.” (Shahih: HR. Al-Hakim (I/530) dan Ibnu Hibban (no. 2446-Mawaarid). Lihat Irwaa-ul Ghaliil (III/357) dan Shahiih al-Jaami’ish Shaghiir (no. 1285)).

 

اللّهُمَّ إِنَّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَفِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ، وَ شَرِّ فِتْنَةِ الْغِنَى، وَشَرِّ فِتْنَةِ الْفَقْرِ، اللّهُمَّ إِنَّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ، اللّهُمَّ اغْسِلْ قَلْبِيْ بِمَاءِ الثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّ قَلْبِيْ مِنَ الْخَطَايَا، كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأبيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَبَاعِدْ بَيْنِيْ وَ بَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ. اللّهُمَّ إِنَّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْكَسَلْ، وَالْمَأْثَمِ، وَالْمَغْرمِ

 

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah dan adzab neraka, fitnah dan adzab kubur, keburukan fitnah kekayaan dan keburukan fitnah kefakiran. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan fitnah Dajjal. Ya Allah, bersihkanlah hatiku dengan salju dan air es, serta sucikanlah hatiku dari segala kesalahan sebagaimana Engkau menyucikan baju putih dari kotoran. Dan jauhkanlah antara diriku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan, perbuatan dosa, dan hutang.” (Shahih: HR. Al-Bukhari (no. 6377), Muslim (no. 589 (129)), dan lainnya, dari ‘Aisyah رَضِيَ اللهُ عَنْهَا.)

اللّهُمَّ إِنَّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الْفَقْر، وَالْقِلَّةِ، وَالذِّلَّةِ، وَ أَعُوْذُبِكَ مِنْ أَنْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kekurangan, kehinaan, dan aku berlindung kepada-Mu dari menzhalimi atau dizhalimi.” (Shahih: HR. An-Nasa’i (VIII/261) dan Abu Dawud (no. 1544). Lihat Shahiih an-Nasa’i (III/111, no. 5046).

اللّهُمَّ إِنَّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنْ جَهْدِ الْبلَاءِ، وَ دَرْكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْداءِ.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari susahnya bala’, hinanya kesengsaraan, keburukan qadha’, dan kegembiraan para musuh.” (Shahih: HR. Al-Bukhari (no. 6347, 6616) dan Muslim (no. 2707)).

 

اللّهُمَّ قَنِّعْنِيْ بِمَا رَزَقْتَنِيْ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَاخْلُفْ عَلَى كُلِّ غَائِبَةٍ لِيْ بِخَيْرٍ

“Ya Allah, jadikanlah aku merasa qana’ah (merasa cukup, puas, rela) terhadap apa-apa yang telah Engkau rezekikan kepadaku, dan berikan keberkahan kepadaku di dalamnya serta gantikanlah bagiku semua yang hilang dariku dengan yang lebih baik.” (Shahih: HR. Al-Hakim (I/510) dan disepakati oleh adz-Dzahabi, dari Ibnu ‘Abbas رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا)

اللّهُمَّ إِنَّيْ أَعُوْذُبِكَ مِنَ الهَمِّ وَ الحَزَنِ، الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَ ضَلَعِ الدَّيْنِ، وَ غَلَبَةِ الرِّجَالِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan, kelemahan, kemalasan, sifat kikir, pengecut, lilitan hutang, dan dikuasai orang lain. (Shahih: HR. Al-Bukhari no. 6363).

 

Mudah-mudahan apa yang dipaparkan bermanfaat dan dapat membantu sedikit dalam mengatasi problematika kemiskinan. Kita berdo’a kepada Allah agar kita dijauhkan dari kefakiran dan kemiskinan.

Yang perlu diingat bahwa rezeki sudah pasti dikaruniakan oleh Allah Yang Maha Luas Rahmat-Nya. Allah memberikan rezeki kepada siapa saja yang Allah kehendaki. Kita wajib ikhtiyar mencari rezeki, usaha, dan lainnya, tapi Allah yang menentukan semuanya. Dan apa yang Allah takdirkan buat kita itu yang terbaik buat kita.

Semoga Allah Ta’ala memberikan kita taufik pada setiap amal yang dicintai dan diridhai-Nya. Dan semoga Allah Ta’ala menjadikan kita sebagai muslim yang bersyukur kepada Allah dan bersabar atas segala cobaan dan ujian. Mudah-mudahan rezeki yang Allah karuniakan kepada kita menjadi barakah, dapat mencukupi kebutuhan keluarga dan dapat juga kita berinfak dan sedekah dengan ikhlas semata-mata mengharapkan pahala dan ganjaran dari Allah سُبْحَنَهُ وَتَعَالَى.

 

Dikutip dari buku “Kiat-kiat Islam Mengatasi Kemiskinan” Karya Ustadz Yazid Bin Abdul Qadir Jawas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *