Catatan Dan Nasehat Sebelum Ramadhan

Sebagian orang jahil menyangka bahwa tujuan dilarangnya berpuasa sebelum Ramadhan ialah memanfaat waktu untuk memenuhi nafsu makan sepuas-puasnya sebelum dilarang makan tatkala berpuasa Ramadhan. Bahkan banyak di antara mereka yang justru melampaui batas dan terjun ke hal-hal yang diharamkan.
Orang semacam ini mendapatkan bagian dari firman Alloh Ta’ala:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ

“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi Jahannam banyak dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami (ayat-ayat Alloh), dan mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergunakan untuk melihat (tanda kekuasaan Alloh), dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakan untuk mendengar (ayat-ayat Alloh). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”. (QS. Al-A’rof: 179).

Tak jarang dari mereka justru tidak senang, merasa berat dengan datangnya bulan Romadhon, mereka merasa berat beribadah di bulan Romadhon, seperti sholat dan puasa, banyak di antara orang-orang jahil ini tidak mengerjakan sholat kecuali tatkala berpuasa di bulan Romadhon saja, banyak juga di antara mereka yang tidak menjauhi dosa-dosa besar kecuali di Romadhon saja, kemudian mereka merasa Romadhon terlalu lama bagi mereka, sehingga mereka merasa sengsara berpisah dengan dosa-dosa besar, lalu mereka menghitung nan menunggu hari dan malam berlalu untuk segera kembali ke jurang maksiat, bahkan sebagian mereka tidak sabar sehingga melakukan perbuatan maksiat di bulan Romadhon.

Barangsiapa yang Alloh kehendaki baginya kebaikan, Alloh akan jadikan iman sesuatu yang ia cintai dan Alloh hiasi iman di dalam sanubari hatinya, dan Alloh akan jadikan kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan sesuatu yang ia benci, serta ia menjadi orang yang mengikuti jalan yang lurus. Sebaliknya, jika Alloh kehendaki kejelekan bagi seseorang, Alloh akan membiarkan dirinya, sehingga setan menyertainya, menjadikan kekufuran, kefasikan, dan kemaksiatan hal yang ia cintai, dan jadilah ia orang yang tersesat.

Sauadarku, Waspadalah terhadap maksiat, betapa banyak nikmat yang dicabut karenanya, betapa banyak kenistaan yang datang karenanya. Orang yang menahan diri dari hawa nafsunya, ia akan meraihnya setelah dia mati, orang yang mengoyak apa yang diharamkan di dunia ia tidak merasakannya di akhirat sebagai sanksi baginya, renungilah sabda Nabi shollallohu’alaihiwasallam berikut:

مَنْ شَرِبَ الخَمْرَ فِي الدُّنْيَا، ثُمَّ لَمْ يَتُبْ مِنْهَا، حُرِمَهَا فِي الآخِرَةِ

“Barangsiapa yang meneguk khomr di dunia, lalu ia tidak bertaubat darinya, ia akan terhalangi dari (meneguk)nya di akhirat” (HR. Al-Bukhari no. 5575 dan Muslim no. 2003).

مَنْ لَبِسَ الْحَرِيرَ فِي الدُّنْيَا لَمْ يَلْبَسْهُ فِي الْآخِرَةِ

“Barangsiapa yang memakai sutera di dunia, ia tidak memakainya di akhirat”. (HR. Al-Bukhari no. 5832 dan Muslim no. 2073).

Saudaraku, datangnya bulan Romadhon merupakan nikmat yang besar, orang yang dirahmati di dalam bulan Romadhon sungguh dialah yang mendapatkan rahmat, orang yang terhalang dari kebaikan Romadhon sungguh merugi, orang yang tidak berbekal pada saat Romadhon untuk tempat kembalinya (akhirat) sungguh tercela.

Betapa banyak orang yang berangan-angan ingin berpuasa di bulan Romadhon tetapi dia berada di kuburan sebelum dia berjumpa dengannya. Oleh karenanya, bertakwalah kepada Alloh sebelum ajal menjemputmu.

Sungguh indah untaian syair dibawah ini:

يا ذا الذي ما كفاه الذنب في رجب حتى عصى ربه في شهر شعبان
لقد أظلك شهر الصوم بعدهما فلا تصيره أيضا شهر عصيان
واتل القرآن وسبح فيه مجتهدا فإنه شهر تسبيح وقرآن
واحمل على جسد ترجو النجاة له فسوف تُضرم أجساد بنيران
كم كنت تعرف ممن صام في سلف من بين أهل وجيران وإخوان
أفناهم الموت

“Wahai orang yang tak puas berlumuran dosa di bulan Rajab sehingga
berbuat maksiat kepada Alloh di bulan Sya’ban.
Bulan puasa telah menghampirimu setelah dua bulan tersebut berlalu maka janganlah kamu jadikan bulan puasa (Romadhon) bulan maksiat pula.
Bacalah Al-Quran dan bertasbihlah di bulan Romadhon dengan sungguh-sungguh karena bulan ini merupakan bulan tasbih dan Al-Quran.
Paksalah jasad (untuk bersungguh-sungguh) yang kamu harapkan keselamatan baginya (jasadmu sendiri) karena nanti akan ada jasad-jasad yang dibakar dengan api.
Betapa banyak orang yang kamu kenal yang berpuasa di masa lampau dari keluargamu, tetanggamu, dan saudara-saudaramu.
Ternyata mereka telah menemui ajal mereka dan kamu setelah mereka masih hidup, sungguh yang jauh serasa dekat”.

catatan dan nasehat ini diringkas dari Lathoif Al-Ma’arif

hal. 260-267.

Abu Hafsh bin Isa
Madinah, 25 Sya’ban 1438

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *