Bodohnya Takut Setan

Banyak sekali diantara kita orang takut dengan setan (dari golongan jin). Mungkin karena mereka telah teracuni oleh berita dusta (hoax) melalui media massa yang ada seperti film-film setan (horor) atau cerita-cerita misteri yang menggambarkan bahwasanya setan adalah makhluk yang sangat menyeramkan dan perlu ditakuti.

Wajarkah ini ? ataukah ini bahkan ‘mindset’ yang sangat bodoh?

Orang yang takut pada setan berarti telah melakukan suatu kebodohan yang sangat besar karena seharusnya setan itu diciptakan bukan untuk ditakuti melainkan untuk diperangi. Lebih dari itu ada beberapa alasan mengapa kita tidak perlu takut pada setan ;

  1. Manusia adalah Khalifah (pemimpin atau penguasa) di bumi

Bisa dibayangkan apabila ada seorang yang dimuliakan, diagungkan, dibanggakan, dipercaya menjadi pemimpin, raja, atau presiden tapi ia takut dengan bawahannya seorang yang lebih rendah dari dirinya. Masuk akal kah ini…? Atau apabila ada direktur sebuah perusahaan yang takut pada office boy (OB), bukankah terdengar aneh ? Karena normalnya OB lah yang takut pada direktur, takut dipecat atau takut menyinggung perasaannya. Apa alasannya seorang pemimpin, raja atau presiden takut pada bawahannya?

Allah ‘azza wa jalla, Tuhan semesta alam berfirman:

وَ إِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ اِنِّي جَاعِلٌ فِي الْاَرْضِ خَلِيْفَةً

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, ‘Aku hendak menjadikan khalifah di bumi”. (QS. Al Baqarah : 30).

                وَ لَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْ آدَمَ وَ حَمَلْنَاهُمْ فِي البَرِّ وَ الْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِّنَ الطَّيِّبَاتِ وَ فَضَّلْنَاهُمْ عَلَى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًا

“Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baikdan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna”. (QS. Israa : 70)

Lebih dari itu bahkan Allah ‘azza wa jalla, Tuhan pencipta alam semesta ini memerintahkan kepada seluruh makhluk-Nya tanpa terkecuali untuk bersujud kepada Adam ‘alaihi salam sebagai bentuk suatu ketaatan kepada-Nya,

وَ إِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسجُدُوْا لِاَ دَمَ فَسَجَدُوْا إلَّااِبْلِيْسَ اَبَي وَسْتَكْبَرَ وَ كَانَ مِنَ الْكَافِرِيْنَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah kamu kepada Adam!’ Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir”. (QS. Al Baqarah : 34).

 

  1. Setan itu kecil

Logiskah sekiranya makhluk yang kecil bisa mengalahkan makhluk yang besar? Adakah semut yang dapat mengalahkan gajah atau lalat yang mengalahkan singa …?

Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Walid Abu Malih, ayahnya yang pernah di bonceng Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan:

كُنْتُ رَدِيْفَ النَّبِيِّ – صلى الله عليه و سلم – فَعَثَرَتْ دَابَّتُهُ فَقُلْتُ تَعِسَ الشَّيْطَانُ . فَقَالَ لَا تَقُلْ تَعِسَ الشَّيْطَانُ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَعَظَامَ حَتَّى يَكُوْنَ مِثْلَ الْبَيْتِ وَ يَقُوْلَ بِقُوَّتِى وَلَكِنْ قُلْ بِسْمِ اللهِ فَإِنَّكَ إِذَا قُلْتَ ذَلِكَ تَصَاغَرَ حَتَّى يَكُوْنَ مِثْلَ الذُّبَابِ.

“Ketika aku dibonceng Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam tiba-tiba unta beliau tergelincir. Serta merta aku mengatakan, ‘Celakalah syetan.” Maka beliau bersabda, “Jangan kamu katakan, ‘celakalah syetan’, sebab jika kamu katakan seperti itu maka syetan akan membesar sebesar rumah dan dengan sombongnya syetan akan bertkata; ‘itu terjadi karena kekuatanku’. Akan tetapi, ucapkanlah ‘ Bismillah’ sebab jika engkau mengucapkan basmalah, syetan akan mengecil hingga seukuran lalat.” (HR. Abu Dawud).

  1. Tipu daya setan lemah

Anggapan setan itu kuat adalah bagi orang-orang yang imannya lemah, tauhidnya perlu dipertanyakan. Jika kita menganggap setan itu kuat maka itu bisa menjadi benar sebab kita sendiri yang membuat diri kita lemah dan mau diperdaya oleh tipu daya setan yang sebenarnya lemah. Jadi cukuplah disebut orang bodoh, seseorang yang memberi “kekuatan” pada setan karena merasa takut pada makhluk Allah ‘azza wa jalla yang pada hakekatnya lemah.

Allah ‘azza wa jalla berfirman,

إنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيْفًا

“… sesungghuhnya tipu daya setan itu lemah”. (QS. An Nisa’ : 76)

 

اِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِيْنَ آمَنُوْا وَ عَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ [99] اِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِيْنَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَ الَّذِيْنَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُوْنَ

“Sungguh, setan itu tidak akan berpengaruh terhadap orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan. Pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan terhadap orang yang mempersekutukannya dengan Allah”. (QS. An-Nahl : 99-100).

Semoga kita bisa menyadari bahwa yang patut dan wajib kita takuti di muka bumi ini hanyalah Sang Pencipta yang memiliki ‘Arsy, Surga dan Neraka yaitu Allah ‘azza wa jalla, takut akan perintah-Nya yang setiap hari kita langgar serta takut akan larangan-Nya yang sering kita amalkan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *