Berbuka Puasa Berdasarkan Siaran Radio

Soal       : Pada suatu hari di bulan Ramadhan seorang penyiar mengumumkan bahwa adzan Maghrib telah berlalu dua menit. Selang beberapa saat kemudian, saya baru mendengar adzan dikumandangkan oleh seseorang, lalu manakah di antara keduanya yang lebih tepat untuk diikuti ?

 

Jawab   : Apabila muadzin mengumandangkan adzan lantaran telah melihat matahari secara langsung, sedangkan dia adalah orang yang dapat dipercaya, maka semestinya kita mengikutinya karena dia mengumandangkan adzan berdasarkan kenyataan yang dilihat secara langsung, yaitu menyaksikan tenggelamnya matahari. Jika dia melakukannya hanya berdasarkan jam dan tidak melihat matahari secara langsung, maka kita punya dugaan kuat bahwa penyiar radiolah yang lebih mendekati kebenaran, karena kadang-kadang jam itu tidak sama sehingga mengikuti penyiar lebih tepat dan selamat.

 

Oleh      : DR. Abdullah bin Muhammad bin Ahmad Ath-Thayyar dalam Fikih Ibadah Kumpulan Fatwa Lengkap Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *