Tanda-tanda hari Kiamat

Kedahsyatan hari Kiamat tergambar dalam firman Allah Subhanahu wata’ala

يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَى وَمَا هُمْ بِسُكَارَى وَلَكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ

(Ingatlah) pada hari ketika kamu melihat guncangan itu, semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras. (QS. Alhajj: 2)

Sudah seharusnya masing-masing mempersiapkan diri dalam menghadapinya, dan kejadian yang dahsyat ini tidak terjadi kecuali diawali dengan tanda-tanda yang telah dijelaskan oleh Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam.

Dengan adanya tanda-tanda hari kiamat yang sudah terlihat menunjukkan akan semakin dekatnya hari dahsyat tersebut, dan peringatan akan dekatnya kejadian tersebut telah dijelaskan dalam banyak ayat dalam alquran, diantaranya,

فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً ۖ فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا

Maka tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya (QS. Muhammad:18)

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

Saat (hari Kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah (QS. Al-Qomar: 1)

اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَ

Telah semakin dekat kepada manusia hari menghisab amal mereka, sedang mereka dalam lalai (dengan dunia) lagi berpaling (dari akhirat). (QS. Al-Anbiya: 1)

يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا

Manusia bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat. Katakanlah, “Ilmu tentang hari Kiamat itu hanya di sisi Allah.” Dan tahukah engkau (wahai Muhammad), boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat waktunya (QS. Al-Ahzab: 63)

Tanda-tanda yang menunjukkan semakin dekatnya Kiamat bermacam-macam, telah datang penjelasannya dari Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam, dan apa yang yang dikabarkan oleh Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam dari tanda-tanda Kiamat ini (yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi) merupakan tanda-tanda Kenabian, karena apa yang disampaikan beliau merupakan perkara yang gaib, dan beliau tdak bicara dengan hawa nafsu melainkan wahyu yang diwahyukan.

Dijelaskan dalam hadits-hadits bahwa tanda-tanda kiamat ada tiga macam:

Pertama: Telah nampak dan telah berlalu

diantaranya, terbelahnya bulan, yang telah dijelaskan dalam firman Allah,

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

Saat (hari Kiamat) semakin dekat, bulan pun terbelah (QS. Al-Qomar: 1)

Diantaranya pula adalah diutusnya Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana Sabdanya

((بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةَ كَهَاتَيْنِ ))

Jarak diutusnya aku dan hari Kiamat seperti dua (jari) ini.”( Beliau memberikan isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah).

Begitu juga dengan kematian Beliau, terbunuhnya Utsman Rodhiyallahu ‘anhu dan yang lainnya dari Tanda-tanda yang sudah terlihat dan berlalu.

 

Kedua: Telah nampak namun belum berlalu, masih berlangsung, terus bertambah dan terlihat , dintaranya telah disebutkan oleh Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits-haditsnya.

diriwayatkan dalam shohih muslim bahwa jibril bertanya kepada nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam akan tanda-tanda kiamat, Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

((أَنْ تَلِدَ الْأَمَةُ رَبَّتَهَا ، وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُونَ فِي الْبُنْيَانِ))

“Jika seorang budak melahirkan tuannya dan jika kamu melihat orang yang sebelumnya tidak beralas kaki dan tidak berpakaian, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunan,” (HR. Muslim)

Dan juga Sabda beliau Shollallahu ‘alaihi wasallam

((إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ ، وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ، وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ ، وَيَظْهَرَ الزِّنَا ))،

“Sesungguhnya diantara tanda tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu dan merebaknya kebodohan (terhadap agama), khamr diminum, zina semakin nampak” (HR. Bukhori & Muslim)

Beliau juga bersabda dalam riwayat Ahmad

((إِنَّ مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ: الْفُحْشَ وَالتَّفَحُّشَ، وَقَطِيعَةَ الأَرْحَامِ، وَائْتِمَانَ الخَائِنِ، وَتَخْوِينَ الْأَمِينِ))،

Di antara tanda-tanda Kiamat adalah perbuatan dan perkataan yang keji (kotor), serta pemutusan silaturahmi, dianggap khianat orang yang amanah dan dipercayanya orang yang khianat.”

Dan disebutkan dalam as Shohih

أن أعرابيا سأله عليه الصلاة والسلام عن الساعة وعن علاماتها؟ فقال عليه الصلاة والسلام : ((إِذَا ضُيِّعَتْ الْأَمَانَةُ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ )) فقال الأعرابي « كَيْفَ إِضَاعَتُهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ؟»قَالَ : (( إِذَا أُسْنِدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ)) .

Ada orang Badui yang datang kepada Nabi bertanya tentang Kiamat dan tanda-tandanya, maka Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam menjawab, Apabila amanah disia-siakan, maka tunggulah kiamat.” Badui tadi bertanya, “Bagaimana menyia-nyiakannya?” Beliau menjawab: “Apabila urusan diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kiamat.”

Hadits-hadits yang semodel dengan ini banyak sekali.

Ketiga: Tanda-tandanya yang besar, yang bila sudah muncul tanda yang pertama , maka tanda-tanda yang lainnya akan keluar secara berurutan bagaikan mutiara di dalam sebuah rangkaian, salah satunya mengikuti yang lain.

ما رواه مسلم في صحيحه من حديث حذيفة بن أسيد رضي الله عنه قال : اطَّلَعَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا وَنَحْنُ نَتَذَاكَرُ فَقَالَ : ((مَا تَذَاكَرُونَ؟)) قلنا: «نَذْكُرُ السَّاعَةَ»، قَالَ : (( إِنَّهَا لَنْ تَقُومَ حَتَّى تَرَوْنَ قَبْلَهَا عَشْرَ آيَاتٍ ؛فَذَكَرَ الدُّخَانَ ، وَالدَّجَّالَ ، وَالدَّابَّةَ ، وَطُلُوعَ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا ، وَنُزُولَ عِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ عليه السلام، وَيَأَجُوجَ وَمَأْجُوجَ ، وَثَلَاثَةَ خُسُوفٍ : خَسْفٌ بِالْمَشْرِقِ وَخَسْفٌ بِالْمَغْرِبِ وَخَسْفٌ بِجَزِيرَةِ الْعَرَبِ ، وَآخِرُ ذَلِكَ نَارٌ تَخْرُجُ مِنْ الْيَمَنِ تَطْرُدُ النَّاسَ إِلَى مَحْشَرِهِمْ )) .

Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan dari Hudzaifah bin Asid Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam datang kepada kami. Sedangkan kami tengah berbincang-bincang, lalu beliau bertanya:‘Apa yang kalian bicarakan?’

Mereka menjawab, ‘Kami sedang membicarakan Kiamat.’ Beliau berkata: ‘Sesungguhnya Kiamat tidak akan terjadi hingga kalian melihat sepuluh tanda sebelumnya.’Kemudian beliau menyebutkan asap, Dajjal, binatang, terbitnya matahari dari barat, turunnya Nabi ‘Isa bin Maryam, Ya’-juj dan Ma’-juj, dan tiga khasf (penenggelaman ke dalam bumi); khasf di timur, khasf di barat, dan khasf di Jazirah Arab, dan yang terakhirnya adalah api keluar dari Yaman yang menggiring manusia ke tempat mereka berkumpul.”

Kemunculan Tanda-tanda kiamat yang besar ini menandakan bahwa kiamat sudah dekat, kehidupan Dunia telah berakhir, dan Pembalasan pun dimulai, Allah berfirman:

لِيَجْزِيَ الَّذِينَ أَسَاءُوا بِمَا عَمِلُوا وَيَجْزِيَ الَّذِينَ أَحْسَنُوا بِالْحُسْنَى

supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga). (QS. An-Najm : 31)

Dan bila mulai muncul tanda yang pertama maka tidak ada manfaatnya keimanan seseorang, karena keimanan pada saat itu bukanlah Iman kepada yang Ghoib karena dia telah melihatnya, sebagaimana Allah berfirman:

{ هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا أَنْ تَأْتِيَهُمُ الْمَلَائِكَةُ أَوْ يَأْتِيَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِيَ بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا }

Yang mereka nanti-nanti tidak lain hanyalah kedatangan malaikat kepada mereka (untuk mencabut nyawa mereka) atau kedatangan (siksa) Tuhanmu atau kedatangan beberapa ayat Tuhanmu. Pada hari datangnya ayat dari Tuhanmu, tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya. (QS. Al-An’am: 158)

((ثَلَاثٌ إِذَا خَرَجْنَ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا)) فذكر عليه الصلاة والسلام «طُلُوعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا ، وَالدَّجَّالُ ، وَظهور الدَابَّةُ»، ورواه أحمد في مسنده وذكر «الدخان» بدل الدجال .

“Ada tiga hal yang jika keluar, maka tidak akan berguna lagi keimanan orang yang belum beriman sebelumnya atau belum mengusahakan kebaikan yang dilakukan dalam keimannya, terbitnya matahari dari barat, Dajjal, dan binatang bumi.’ (HR. Muslim)dan imam Ahmad meriwatkan (Asap) sebagai pengganti (Dajjal).

Hendaknya seorang Muslim selalu mengingat tanda-tanda kiamat ini agar bisa membantunya untuk selalu memperbaiki diri, tidak lalai dan mempersiapkan bekal dengan baik untuk berjumpa dengan Allah Subhanahu wata’ala.

Dan yang paling dahsyat dari tanda-tanda Kiamat adalah keluarnya Dajjal, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim bahwa Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

((مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ أَمْرٌ أَكْبَرُ مِنْ الدَّجَّالِ))

“Sejak penciptaan Adam sampai hari Kiamat tidak ada satu makhluk yang lebih besar fitnahnya daripada Dajjal.”

Ini isyarat bahwa fitnah Dajjal itu sangat besar sehingga banyak Manusia yang terkena fitnahnya, oleh karenanya setiap Nabi yang diutus mengingatkan Ummatnya akan Fitnah Dajjal.

Nabi Shollallahu ‘alaihi wasallam mengingatkan Ummatnya dengan sabdanya:

((مَنْ سَمِعَ بِالدَّجَّالِ فَلْيَنْأَ عَنْهُ))

Barangsiapa yang mendengar Dajjal, hendaknya dia menjauh,”

Karena Fitnah yang dibawa oleh Dajjal sangat besar yang dapat menarik perhatian manusia kemudian menerimanya. Maka seyogyanya bagi kita untuk memahami ciri-ciri Dajjal dan cara membentengi diri darinya.

Semoga bermanfaat.

Dikutip dari situs al-badr.net dengan perubahan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *