Perbandingan kenikmatan di dunia dan akhirat

Para hadirin yang dirahmati oleh Allah, sesungguhnya kehidupan dunia akan kita tinggalkan, dan kita semua akan menuju kepada kehidupan akhirat, kehidupan yang abadi. Setiap kita berada di rel menuju akhirat, tidak ada seorang pun yang keluar dari rel tersebut. Hanya saja setiap kita tidak ada yg mengetahui kapan ia sampai diakhirat tersebut. Ali bin Ali thalib radhiyallahu ‘anhu berkata:

(ارتحلت الدنيا مدبرة، وارتحلت الآخرة مقبلة، ولكل منهما بنون، فكونوا من أبناء الآخرة، ولاتكونوا من أبناء الدنيا. فإن اليوم عمل و لاحساب، وغداً حساب ولا عمل) أخرجه البخاري

Dunia telah pergi menjauh, sementara akhirat terus datang menuju kita. Dan masing-masing antara dunia dan akhirat memiliki pengikut, maka jadilah kalian pengikut akhirat Dan janganlah menjadi pengikut dunia.

Sesungguhnya Allah telah menyiapkan kenikmatan-kenikmatan di surga kenikmatan-kenikmatan yang sangat indah

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى : أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لَا عَيْنٌ رَأَتْ وَلَا أُذُنٌ سَمِعَتْ وَلَا خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ

رواه البخاري ومسلم  

Dari Abu Huroiroh radhiyallhu ‘anhu berkata: dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: Allah subhanahu wata’ala berfirman: Aku siapkan untuk hamba-hambaku yang shaleh Kenikmatan-kenikmatan yang tidak pernah dilihat oleh mata,tidak pernah didengar oleh telinga, bahkan terbetik pun tidak pernah pada dada-dada manusia. (HR. Bukhori dan Muslim)

Oleh karenanya seorang muslim jangan terpedaya dengan kenikmatan dunia yang sifatnya fana dan penuh dengan kekurangan, akan tetapi hendaknya kerinduannya selalu kepada kenikmatan akhirat, kenikmatan surga yang Allah sediakan bagi orang-orang yang bertaqwa.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, Saya ingin menyebutkan perbandingan kenikmatan dunia dan kenikmatan akhirat.

  1. Kenikmatan dunia adalah fana yang akan hilang dan akan sirna, adapun kenikmatan akhirat adalah kenikmatan yang abadi, Allah berfirman:

ٱعْلَمُوأَنَّمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَوْلَٰدِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ ٱلْكُفَّارَ نَبَاتُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَٰمًا ۖ وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنٌ ۚ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (Al-Hadid 57:20)

Adapun kenikmatan akhirat adalah abadi, saya tidak mengatakan 100 tahun, 1milyar tahun, atau 1 triliun tahun, tetapi kenikmatan yang abadi tanpa batas. Oleh karenanya barang siapa yang mendahului kenikmatan dunia yang sekejap dengan mengorbankan kenikmatan akhirat yg abadi maka dia adalah orang yang jahil. Akan tetapi kata Allah:

بَلْ تُؤْثِرُونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا   وَٱلْءَاخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (Al-A’la 87:16-17)

Kenapa? Karena kita beriman dengan apa yang kita lihat, yang ada dihadapan mata kita, adapun kenikmatan yang tidak pernah terbetik yaitu kenikmatan akhirat seakan-akan kita kurang yakin.

  1. Kenikmatan dunia tidak sempurna adapun kenikmatan akhirat penuh dengan kesempurnaan.

Barang siapa yang membaca sifat-sifat bidadari, kemudian dia bandingakn pada wanita dunia, maka dia akan tau bagaimana perbandingan nikmat dunia dengan nikmat akhirat, bidadari yang Allah siapkan bagi orang-orang yang bertakwa di akhirat kelak.

  1. Kenikmatan dunia tidak selalu bisa dinikmati adapun kenikmatan akhirat senantiasa bisa dinikmati.

Oleh karenanya ketika Allah berfirman tentang buah-buahan di akhirat Allah berfirman:

 أُكُلُهَا دَائِمٌ وَظِلُّهَا

 buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). (Ar-Ra’d 13:35)

Tidak sepeti didunia Ada musim-musimnya, terkadang musim mangga, musim durian, dll. Diakhirat tidak Ada musim. Setiap saat buah-buahan tersebut tersedia.

Dan seluruh kenikmatan akhirat demikian, Apa saja yang kita inginkan langsung tersedia. Bagaimana tidak, Allah berfirman:

 وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِى أَنفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ

di dalamnya (Surga) kalian memperoleh apa yang kalian inginkan dan memperoleh pula di dalamnya apa yang kalian minta berupa semua kenikmatan yang kalian minta. (Fussilat 41:31)

Setiap apa yg dihasratkan penghuni surga langsung dihadirkan oleh Allah, berbeda dengan kenikmatan dunia. Terlalu sering kita mencari kenikmatan dunia namun tidak hadir dihadapan kita, bahkan kita sudah berusaha mencarinya tidak kita dapatkan. Bahkan lihatlah bagaimana para wanita tidak bisa setiap saat kita nikmati, terkadang ada halangan-halangan, entah karena dia sakit, datang bulan, atau nifas. Berbeda kenikmatan akhirat yang setiap saat siap digunakan dan siap untuk dinikmati.

  1. Kenikmatan dunia untuk diraih butuh kepayahan adapun kenikmatan akhirat tidak. Kenikmatan dunia bagaimanapun seorang berusaha untuk mencarinya, membanting tulang, mengeluarkan keringat untuk meraih secercah kenikmatan dunia yang sangat hina, itupun terkadang tidak dia dapatkan. Berbeda dengan kenikmatan akhirat, mudah untuk diraih sebagaimana Allah berfirman:

قُطُوفُهَا دَانِيَةٌ

buah-buahannya dekat, (Al-Haqqah 69:23)

Dahan-dahannya rendah Tidak bersusah payah utk memanjat pohon, kapan dia butuhkan tinggal petik, Ketika dia hendak minum tidak perlu berjalan seprti didunia menuju dispenser kemudian dipencet untuk mengambil air. Di akhirat tidak, Allah berfirman:

يَطُوفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَٰنٌ مُّخَلَّدُونَ
بِأَكْوَابٍ وَأَبَارِيقَ وَكَأْسٍ مِّن مَّعِينٍ

Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda, dengan membawa gelas, cerek dan minuman yang diambil dari air yang mengalir, (Al-Waqi’ah 56:17-18)

Oleh karenanya kenikmatan didunia bila ingin kita raih penuh dengan perjuangan, seperti ingin menikah dia harus kumpulkan uang utk membeli mahar, menyiapkan rumah, padahal Hanya untuk menikmati istrinya. Adapun diakhirat seluruhnya diraih dengan kemudahan. Seorang yang masuk surga maka puluhan bidadari menanti dirinya, puluhan bidadari menyebut namanya tinggal dia pilih bidadari mana yang dia kehendaki

  1. Kenikmatan dunia pasti ada efek sampingnya adapun kenikmatan akhirat tanpa ada efek samping.

Misalkan makanan, maka dia akan buang air. Adapun di akhirat tidak. Penghuni surga makan dan minum bukan karena kelaparan dan kehausan tetapi dalam rangka berlezat-lezatan. Sehingga tatkala mereka makan tidak ada kotoran yang keluar, yang ada hanyalah sendawa, itupun keluar bau yang sangat wangi. Demikian juga masalah berhubungan, seorang laki-laki yang berhubungan maka mengeluarkan air mani adapun diakhirat tanpa air mani.

  1. Kenikmatan dunia mendatangkan kebosanan adapun kenikmatan akhirat tanpa ada kebosanan.

Apapun kenikmatan dunia pasti ada bosannya, apalagi yg dihadirkan itu-itu saja. Adapun diakhirat kenikmatan dirasakan tanpa ada kebosanan. Belum lagi beraneka ragam kenikmatan-kenikmatan tersebut yang Allah sediakan. Oleh karenanya ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu mengatakan:

 إن الرجل من أهل الجنة يعانق الحوراء سبعين عاما لا يملها ولا تمله

Sesungguhnya lelaki penghuni surga akan memeluk seorang wanita bidadari selama 70 tahun sama sekali dia tidak bosan kepada wanita tersebut dan wanita tersebut tidak bosan.

Oleh karena itu marilah kita renungkan tentang kenikmatan akhirat yang beraneka ragamnya, penuh kesempurnaan dan keindahannya agar memotivasi kita untuk rajin beribadah untuk senantiasa sujud dan tunduk kepada Allah, untuk berani berkorban pada agama ini, berinfak di jalan Allah, serta mengorbankan waktu, harta dan tenaga. Karna tidak ada yang gratisan disisi Allah, Allah akan berikan balasan sesuai dengan apa yang telah mereka lakukan dari amalan sholeh didunia ini.

 

Khutbh kedua

Sesungguhnya kaum mukminin tatkala masuk kedalam surga mereka bertingkat-tingkat. Dan Allah subhanahu wata’ala maha adil ,Tidak akan sama seorang yang ibadahnya sedikit dengan yang ibadahnya banyak, oleh karenanya Allah berfirman:

يَقُولُ يَٰلَيْتَنِى قَدَّمْتُ لِحَيَاتِى

Dia mengatakan: “Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini”. (Al-Fajr 89:24)

Ayat ini kalau kita buka buku-buku tafsir, ayat ini berlaku untuk orang-orang kafir dan orang-orang mukmin. Bahkan banyak ahli tafsir menyebutkan ayat ini untuk orang-orang  yang beriman. Orang-orang kafir tatkala diakhirat mereka menyesal mengapa dahulu ketika didunia tidak beriman, tidak bertauhid kepada Allah, mereka lalai sehingga merekapun masuk kedalam neraka jahannam. Adapun orang-orang yang beriman juga menyesal karena mereka tidak banyak melakukan amal sholeh, mereka ingin mendapatkan surga yang tinggi, namun tidak akan sama seorang yang ibadahnya sedikit dengan yang ibadahnya banyak, tidak akan sama antara orang yang sholat sunnah empat rokaat dengan yang dua rakaat, tidak akan sama disisi Allah, maka diapun menyesal.

Setiap muslim menyesal tatkala itu, ada yg menyesal karna sholat malamnya kurang, ada yang menyesal karena baktinya kepada org tua kurang, ada yang menyesal karena perhatian kepada anak-anaknya kurang, ada yang menyesal karena  infaknyanya kurang. semuanya penuh dengan penyesalan. Oleh karenanya kehidupan dimuka bumi ini penuh dengan perlombaan dengan amal-amal sholeh, seorang muslim harus memiliki himmah yg aliyah (cita-cita yg tinggi) agar diberikan oleh Allah surga yang tertinggi.

 

Disalin dari khutbah jum’at oelh ustadz Dr. Firanda Andirja Hafizhahullah.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *