Aku Ingin Kaya (2)

5. Syukur. Hati yang bersyukur dapat menambah rizki, dan melanggengkan yang ada. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih“. (QS.Ibrohim: 7).
6. Istighfar. Kalimat yang sangat mudah diucapkan ini sangat besar makna dan manfaatnya, salah satunya dapat membuka jalan rizki. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wata’ala:

وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا

Dan hendaklah kamu memohon ampunan kepada Tuhanmu serta bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu. (QS. Hud: 3)
Dalam ayat yang lain Allah berfirman:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (١٠) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (١١) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (١٢)

maka aku berkata kepada mereka, ‘Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun, Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh: 10-12).

7. Silaturahim, yakni menyambung hubungan kekerabatan dengan saudara sedarah. Sebagaimana sabda Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam:

((مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ ، وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ )).

Barangsiapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaknya menyambung silaturahim. (HR. Bukhori & Muslim).

8. Infaq dan sedekah akan mendatangkan pahala dan Allah menjanjikan ganti yang lebih baik dan berkali lipat.

وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rizki yang terbaik.” (QS. Saba’: 39).
Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

(مَانَقَصتْ صَدقَةُ مِنْ مَال)

“Harta tidak akan berkurang karena sedekah” (HR. Muslim)

9. Haji dan umroh, sebagaimana sabda Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam,

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ

Kerjakanlah secara urut antara haji dan umrah, maka keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa, sebagaimana pandai besi menghilangkan kotoran besi.” (HR.Tirmidzi)

10. Menikah dan memiliki keturunan akan mendatangkan rizki, Firman Allah Subhanahu wata’ala,

وَأَنْكِحُوا الأيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberikan kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya.” (QS. Annur: 32)

Dalam ayat yang lain, Allah berfirman:

وَلا تَقْتُلُوا أَوْلادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلاقٍ نَحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ

Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu.” (QS. Al-Isro’ 31).

11. Menolong saudaranya saat mengalami kesulitan. Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

(( واللهُ فِي عَونِ العَبدِ مَا كَان العَبدُ فِي عَون أَخيهِ ))

Allah akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

12. Meninggalkan kebiasaan tidur pagi. Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(( اللَّهُمَّ بَارِك لِأُمَّتِي في بُكورِها ))

Ya Allah, berilah keberkahan pada ummatku dipagi harinya.”(Shakhr bin Wada’ah Al Ghamidi Radliyallahu’anhu) berkata; Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam jika mengutus suatu pasukan, mengutusnya pada permulaan siang. Shakhr adalah seorang pedagang, beliau tidak mengirimkan pekerjanya kecuali pada permulaan siang, maka hartanya menjadi banyak sampai tidak tahu harus dimana meletakkan hartanya. (HR. Tirmidz dan Abu Daud).
Disebutkan pula oleh Ibnul Qoyyim rohimahullah dalam kitabnya Zaadul Ma’ad ketika sahabat Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhu melihat anaknya tidur di pagi hari, beliau langsung membangunkannya seraya mengatakan:
“mengapa engkau tidur di saat Allah membagi-bagikan rizki?”.

13. Semangat dalam bekerja. Allah berfirman:

فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ

maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan.” (QS. Al-Mulk 15)
Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

(( احْرِصْ عَلى مَا يَنْفَعُك وَاسْتَعِن بِالله ))

Bersemangatlah terhadap hal-hal yang mendatangkan manfaat untukmu dan memohonlah pertolongan kepada Allah”.

14. Perbanyak Sholawat. Rasululullah Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

قَالَ أُبَيٌّ: قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ, إِنِّي أُكْثِرُ الصَّلَاةَ عَلَيْكَ فَكَمْ أَجْعَلُ لَكَ مِنْ صَلَاتِي؟ فَقَالَ: مَا شِئْتَ, قَالَ: قُلْتُ الرُّبُعَ؟ قَالَ: مَا شِئْتَ, فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ, قُلْتُ: النِّصْفَ؟ قَالَ: مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ قَالَ: قُلْتُ: فَالثُّلُثَيْنِ؟ قَالَ: مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ قُلْتُ: أَجْعَلُ لَكَ صَلَاتِي كُلَّهَا قَالَ: إِذًا تُكْفَى هَمَّكَ وَيُغْفَرُ لَكَ ذَنْبُكَ.

Ubai berkata: Wahai Rasulullah, aku hendak memperbanyak shalawat kepadamu, lalu berapa banyakkah aku bershalawat kepadamu? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam menjawab: “Terserah.” Aku bertanya: Seperempat? Rasulullah Shallallahu ‘alahi wa Salam menjawab: “Terserah, jika kau tambah itu lebih baik bagimu.” Aku bertanya: Setengah? Beliau menjawab: “”Terserah, jika kau tambah itu lebih baik bagimu.” Aku bertanya: Dua pertiga?”Terserah, jika kau tambah itu lebih baik bagimu.” Aku berkata: Aku akan menjadikan seluruh doaku untuk mu. Beliau bersabda: “Kalau begitu, maka semua keinginanmu akan dipenuhi, dan dosamu akan diampuni.” (H.R.At-Tirmidzi)

Demikianlah beberapa poin sebagai kunci untuk mendatangkan karunia dan rizki Allah. Namun jangan sampai hati terpaut dan condong terhadap dunia, sehingga membuatnya lalai dari akhirat. Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam memngingatkan kita semua mengenai hal ini dalam sabdanya:

مَنْ كَانَتِ الآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِى قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِىَ رَاغِمَةٌ وَمَنْ كَانَتِ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهَ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنَ الدُّنْيَا إِلاَّ مَا قُدِّرَ لَهُ

“Barangsiapa yang akhirat adalah tujuannya, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan mendatanginya dalam keadaan tunduk hina padanya. Barangsiapa yang dunia adalah tujuannya, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan untuknya.”
Diterjemahkan langsung dari tulisan asli yang berjudul “Asbab Nailil Arzaq”, sumber situs al-badr.net (khutbah Mutanawwi’ah) dengan sedikit perubahan redaksi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *