LARANGAN BERPUASA SEHARI ATAU DUA HARI SEBELUM RAMADHAN

 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ((لَا تَقَدَّمُوا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلَا يَوْمَيْنِ, إِلَّا رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمًا, فَلْيَصُمْهُ))  مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.

Dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah kalian berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan kecuali bagi orang yang biasa berpuasa, maka boleh baginya berpuasa”.

Muttafaqun ‘alaih.

 

Penjelasan singkat hadits
1. Larangan melakukan puasa sebelum ramdhan supaya lebih siap dalam berpuasa di bulan ramadhan.
2. Larangan ini juga bermaksud agar seorang tidak ghuluw (berlebihan) dalam beribadah.
3. Larangan ini juga bertujuan untuk membedakan antara puasa sunnah dengan puasa wajib.
4. Diperbolehkan berpuasa untuk orang yang sudah terbiasa berpuasa sunnah seprti senin dan kamis, atau yang berpuasa wajib seperti nadzar dan qodho.
Adapun hadits “bila pertengahan sya’ban maka janganlah kalian berpuasa” (HR. Abu Daud, annasa’I dan Ibnu Majah) para ulama berselisih pendapat akan keshohihannya
Sebagian menshohihkan, sebagian lagi mendho’ifkan. Bahkan imam Ahmad mengatakan haditsnya munkar.
Oleh karenanya ulama pun berbeda pendapat dalm mengamalkan haditsnya
1. Bila seorang kuat dan sehat ketika berpuasa pertengahan sya’ban dan tidak akan melemahkan dan memudhorotkannya ketika berjumpa dengan ramdhan maka tidak mengapa dengan dalil, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memperbanyak puasa di bulan sya’ban.
2. Bila seorang lemah dan memudhorotkannya ketika berjumpa ramadhan maka dilarang puasa pertengahan sya’ban, dan hukumnya makruh.

Yang lebih afdhal adalah seorang tidak berpuasa supaya lebih kuat dalam menjalankan puasa dibulan ramdhan, dengan alasan: Seringnya nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan hal demikian, seprti dalam sholat malam, beliau sholat malam sampai bengkak kakinya dan berhenti ketika sahur kemudian berbaring disisi kanan supaya lebih semangat dalam menjalankan shalat shubuh.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *