Sepucuk Surat dari Alor Untuk para Khotib

 Ust Syafrudin Hasan, dai Yayasan PAS untuk wilayah Alor, NTT, pernah singgah di suatu masjid di pinggiran Alor untuk melaksanakan sholat jum’at. Beliau masuk ke dalam masjid setengah jam sebelum waktu jum’atan tiba. Masjid pun tampak sepi, sembari menunggu beliau melaksanakan sholat tahiyatul masjid kemudian membaca Al Quran. Hingga waktu sholat jum’at pun tiba, namun masjid masih saja sepi. Terlihat hanya ada beberapa orang saja. Bahkan seperti tidak ada tanda-tanda akan dilaksanakannya sholat jum’at.

Segera beliau bertanya kepada salah satu jama’ah, “Bapak, apakah tidak ada sholat jum’at di masjid ini?” Bapak itu pun menjawab, “hey anak, tidak ada ustadz yang mau naik jadi khotib, karna itu tidak ada sholat jumat.” Ustadz Syafrudin pun kembali bertanya, “Mengapa tidak ada yang mau jadi khotib, Pak?” Sang bapak yang merupakan salah satu pengurus masjid pun menjelaskan alasannya. Ternyata, karena mereka tidak mampu memberi dana sebagai ganti biaya transport khotib atau ustad.

Saat itu, Ustadz Syafrudin meminta agar sang Bapak mengumpulkan jamaah dan menyatakan bersedia menjadi khotib sholat jumat. Tak berapa lama jamaah pun berdatangan untuk melaksanakan sholat jumat.

Begitulah keadaan saudara-saudara kita yang berada di daerah, mereka bukan tidak ingin melaksanakan sholat jumat, namun tidak ada da’i atau ustadz yang bersedia menjadi khotib di masjid mereka. Saat ini, Ustadz Syafrudin memiliki jadwal khutbah jumat di beberapa masjid di Alor, NTT. Jarak tempuh dari rumah beliau menuju masjid kurang lebih 2 hingga 3 jam dalam sekali perjalanan dan menempuh 35 Kilo meter lebih dengan kondisi jalan yang tidak mudah untuk dilalui di sebabkan jalan yang berbatuan dan naik turun bukit dan gunung .

Semoga cerita singkat ini bisa membuka mata hati kita untuk lebih bersyukur karena kemudahan yang Allah berikan kepada kita dalam menjalankan ibadah kapanpun dan di manapun. Selain itu, semoga Allah terus memudahkan langkah para dai yang berjuang mensyiarkan Islam di pelosok negeri tercinta ini.

Aamiinn

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *