Senja Di Sudut Desa Kaisabu

Ada yang berbeda dari desa ini, terletak jauh dari perkotaan bukan berarti mereka tertinggal dalam hal menuntut ilmu. Seluruh masyarakat berlomba-lomba selalu hadir dan aktif menghadiri majelis ilmu. Mulai dari anak-anak, remaja dan orang tua semua bersemangat menyibukkan diri mereka mengikuti kegiatan taklim. Ustadz Faisal Ali Pasa sebagai perwakilan Da’i Yayasan PAS untuk daerah Kota Baubau selalu optimis dan bersemangat membina serta membimbing mereka mempelajari ajaran Islam yang benar. Setiap sore hari, sebagian anak-anak di desa ini mengikuti program Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Para santri dibina agar dapat membaca Al-Qur’an dengan lancar sesuai kaidah yang benar. Adapun para remaja, Ustadz Faisal mengajarkan mereka Bahasa Arab dengan panduan Kitab Al-‘Arobiyah Baina Yadaik dan juga Fiqh dengan Kitab Al-Mulakhos Al-Fiqh karangan Fadilatus Syaikh Sholih bin Fauzan Al Fauzan Hafizhahulloh atau Kitab Addurorul Bahiyyah milik Imam As Syaukani Rohimahulloh. Adapun kajian rutin beliau setiap kamis ba’da maghrib menelaah Kitab Tafsir Al Baghowi yang diikuti oleh masyarakat secara umum di Desa Karya Baru, Baubau, Sulawesi Tenggara.

Program khusus kajian ibu-ibu diisi dengan materi cara membaca Al Qur’an sesuai kaidah tahsin dan tajwid. Tidak mau ketinggalan, bapak-bapak di desa ini juga tetap semangat dalam menuntut ilmu meskipun mereka harus berkebun siang dan malam, siang hari untuk bercocok tanam, adapun malam hari mereka menjaga kebun dari serangan babi hutan. Seringkali Ustadz Faisal menyempatkan diri menemani mereka di kebun sekedar untuk membantu dan berdiskusi seputar syariat Islam. Begitulah tantangan yang harus dihadapi beliau, perjuangan para Da’i di daerah harus dihiasi dengan kesabaran dan keuletan yang tinggi. Semoga Allah Ta’ala memudahkan para Du’at dalam mensyiarkan Islam di seluruh pelosok tanah air.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *