Kajian Hadits di PAUD Bunayya Pagar Alam

Imam Bukhari rahimahullah dengan nama lengkap beliau Abu Abdillah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Bardizbah Al-Ju’fi termasuk salah satu ulama terkenal yang sangat diakui oleh ummat muslim. Beliau memiliki banyak karya tulis, salah satu karya paling fenomenal adalah Shahih Bukhari yang sudah lebih dari cukup untuk menggambarkan tingginya kualitas keilmuan beliau.

Kitab Adabul Mufrad merupakan salah satu karya tulis beliau yang berisi tentang kumpulan akhlak atau adab terpuji sebagai panduan ummat muslim dalam bergaul dan berinteraksi ketika berada di tengah keluarga dan tetangga, serta segala sesuatu yang erat kaitannya dengan kekerabatan. Mempelajari kitab ini dengan baik hingga tuntas akan semakin meneguhkan keyakinan hati kita, betapa Islam merupakan agama yang sempurna dan mengatur dengan baik segala aspek kehidupan secara jelas dan rinci.

Akhlaq mulia menempati posisi yang sangat penting dalam agama islam. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian adalah yang paling bagus akhlaqnya”. (HR. Al-Bukhari)

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda:
“Sesungguhnya dengan akhlaq mulia seorang mukmin akan sampai pada derajat orang yang mengerjakan puasa dan shalat malam.” (HR. Abu Daud)

Maka tak heran, jika para ulama termasuk Imam Bukhari senantiasa memberikan perhatian yang besar dalam masalah ini, salah satunya dengan jalan menyusun kitab yang berisi kumpulan akhlak dan adab secara rinci dan terang.

Kitab ini dikaji oleh Ustadz Faqih di PAUD Bunayya Desa Pagar Sari kepada para pendidik. Harapan beliau mengkaji kitab ini secara khusus agar mereka dapat menjadi teladan dan mengajarkan akhlaq yang baik kepada murid-murid mereka. Contohnya, bab pertama dari kitab ini diawali dengan pembahasan mengenai berbakti kepada orangtua. Perintah yang disebutkan setelah perintah mentauhidkan Allah ini memang merupakan perkara yang sangat penting untuk diperhatikan. Pasalnya, banyak anak-anak zaman sekarang ini yang tidak memperhatikan tanggungjawab dan hak-hak orangtua. Banyak anak yang berlaku durhaka kepada orang tuanya, bahkan mengatakan “ah, cih” kepada orangtua dianggap perkara biasa, Nauzubillah.
Semoga kajian seperti ini semakin meluas dan merata di seluruh pelosok negeri ini untuk membantu pemerintah dalam menuntaskan masalah akhlaq. Aamiin

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *